Sukses Tekan Pengangguran, Nabire Sabet Penghargaan Nasional

NABIRE — Kabupaten Nabire sukses mencatatkan prestasi gemilang di panggung nasional. Daerah yang kini berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Penurunan Angka Pengangguran Terbaik pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penghargaan tertinggi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada Bupati Nabire, Mesak Magai, dalam seremoni resmi yang berlangsung di Jayapura, Senin (22/6/2026) lalu.
Pencapaian ini menjadi pembuktian nyata atas efektivitas program taktis pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja baru, sekaligus menekan laju angka kemiskinan melalui strategi kolaboratif lintas sektor.
Saat ditemui awak media di Kantor Inspektorat Kabupaten Nabire pada Jumat (10/07/2026), Bupati Mesak Magai mengungkapkan rasa syukur mendalam atas apresiasi dari pemerintah pusat. Ia menegaskan, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif.
"Pencapaian ini adalah hasil nyata dari sinergi erat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan dukungan penuh masyarakat dalam mengoptimalkan seluruh potensi lokal yang kita miliki," ujar Bupati Mesak Magai.
Mengurai Formula Taktis Penyerapan Tenaga Kerja
Bupati menjelaskan bahwa keberhasilan Nabire dalam memangkas angka pengangguran digerakkan oleh kombinasi kebijakan di sektor formal dan informal. Di sektor pemerintahan dan formal, penyerapan tenaga kerja dimaksimalkan lewat jalur pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), penataan tenaga kontrak di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga kemitraan dengan swasta.
"Komitmen kami jelas, yaitu mempermudah seluruh proses perizinan bagi para investor dan pelaku usaha. Ketika iklim investasi sehat dan mereka bisa mengelola sumber daya alam dengan lancar, maka otomatis peluang kerja yang luas bagi masyarakat setempat akan terbuka lebar," terangnya.
Tak hanya bertumpu pada korporasi besar, Pemkab Nabire juga memberikan kelonggaran penuh bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kebijakan untuk tidak membatasi izin operasional usaha mikro seperti warung kopi (warkop) dan sektor jasa lainnya terbukti ampuh menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis. Sektor ini menjadi penyelamat bagi pencari kerja lokal yang belum memiliki pengalaman formal.
Efek Domino Ibu Kota Baru: Wajibkan Hotel Serap Potensi Lokal
Menatap masa depan Nabire sebagai pusat gravitasi ekonomi Papua Tengah, Mesak Magai optimistis kebutuhan tenaga kerja akan melonjak tajam, seiring mulai masuknya proyek infrastruktur kakap seperti hotel berbintang. Namun, ia memberikan catatan tegas bagi para pelaku industri perhotelan yang masuk ke wilayahnya.
"Kehadiran perhotelan wajib memberikan efek domino bagi masyarakat. Mereka harus memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan wajib menggunakan produk-produk lokal, mulai dari sayur-mayur hingga pasokan ikan. Kita ingin perputaran uang dan peningkatan pendapatan itu dirasakan langsung oleh warga kita," tegas Bupati.
Untuk mendukung rantai pasok tersebut, Pemkab Nabire tengah memperkuat sektor kelautan dengan membagikan sarana modern berupa speedboat kepada kelompok nelayan lokal. Targetnya, Nabire harus mandiri pangan dan mampu menyuplai kebutuhan konsumsi ikan bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya.
Sebagai jangkar strategi jangka panjang, Bupati Mesak Magai juga membeberkan rencana besar pembentukan Koperasi Daerah. Koperasi ini nantinya akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil tani dari wilayah pegunungan, termasuk dari Kabupaten Dogiyai, untuk kemudian dipasarkan ke jejaring hotel dan pasar modern.
"Dengan memotong rantai pasok dan bertindak sebagai penghubung pemasaran, kita bisa menekan ketergantungan komoditas dari luar Papua. Kita ingin roda ekonomi ini berputar penuh di dalam wilayah Provinsi Papua Tengah," pungkasnya optimis. (amd)
Bagikan artikel ini



