NABIRE - Serangkaian Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah (PPT) yang diselenggarakan di Nabire resmi ditutup pada Minggu, (13/07/2025). Acara penutupan berlangsung di Gedung Islamic Center ini menandai berakhirnya kompetisi yang bertujuan meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Quran serta Hadis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda Qurani.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Hansari, S.Sos, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Agama tentang Tempat MTQH Tingkat Nasional di Kendari, serta Pedoman atau Petunjuk Teknis MTQ atau MTQH Tingkat Provinsi Papua. Dasar hukum lainnya adalah Peraturan Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2019 tentang Pedoman MTQ dan STQH Tingkat Nasional.

Puncak kegiatan STQH ini telah sukses menyelenggarakan berbagai cabang lomba yang berlangsung dari 11 hingga 13 Juli 2025. Cabang Tilawah dipusatkan di Gedung Islamic Center, sementara cabang Hifzil dan Hadis digelar di Masjid Agung Al Falah. Adapun cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ) bertempat di Aula SD Muhammadiyah.

Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam ajang ini mencapai 62 orang, terdiri dari putra dan putri dari berbagai kabupaten di Papua Tengah. Rincian peserta meliputi: Nabire (10 orang), Mimika (15 orang), Paniai (4 orang), Dogiyai (5 orang), Deiyai (6 orang), Puncak (8 orang), dan Puncak Jaya (14 orang). Sayangnya, Kabupaten Intan Jaya tidak mengutus pesertanya dalam STQH perdana ini. Selain peserta, tercatat 73 orang offisial dan pendamping turut hadir memeriahkan acara.

Aspek penilaian peserta dilakukan oleh Dewan Hakim STQH Provinsi Papua Tengah yang kompeten, terdiri dari para ahli di bidang Tilawah, Hifzil, KTIQ, dan Hadis. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menentukan juara pertama hingga juara harapan tiga, yang hasil keputusannya telah disampaikan oleh Koordinator Dewan Hakim.

Sebuah terobosan menarik dalam pelaksanaan STQH kali ini adalah penggunaan teknologi elektronik digital dalam proses penilaian. Hansari mengungkapkan bahwa sistem digital ini baru diterapkan di dua provinsi, yaitu Provinsi Papua dan Provinsi Papua Tengah. 

"Mulai dari pendaftaran sampai dengan penilaian hakim, kita pakai digital. Jadi tidak ada, biar tidak di rumah juga bisa mendaftar," jelas Hansari, menyoroti kemudahan akses yang diberikan sistem ini.

Dalam kesempatan ini, panitia menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi. Pertama, kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan masyarakat atas dukungan dan partisipasi aktif yang menjadikan STQH perdana ini berjalan lancar.

Kedua, apresiasi juga disampaikan kepada dewan hakim dan seluruh panitia atas kerja keras mereka dalam menyukseskan kegiatan ini sesuai dengan harapan bersama. 

Kontribusi mereka sangat vital dalam menjaga kualitas dan objektivitas penilaian. Selanjutnya, ucapan terima kasih ditujukan kepada kaum muslimin dan muslimat yang telah memberikan bantuan moril dan materil, sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik. 

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam memajukan syiar Islam. Terakhir, panitia juga menghaturkan terima kasih kepada pihak keamanan, khususnya kepolisian, yang telah memastikan kelancaran dan ketertiban selama pelaksanaan STQH dari awal hingga akhir. 

Meskipun panitia telah berupaya maksimal, Hansari menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, apabila terdapat kekurangan atau hal yang kurang sesuai dengan harapan selama kegiatan berlangsung.(sam)