Stabilisasi Harga, Dinas Ketahanan Pangan Gelar GPM Mandiri

NABIRE – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire terus mengintensifkan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri. Kegiatan yang memanfaatkan fasilitas Kios Pangan ini kembali digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan pada Jumat (10/07/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, S.P., M.Si., menjelaskan kios pangan merupakan program strategis dari Badan Pangan Nasional yang diimplementasikan di daerah untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan harga di bawah pasar.
“Tujuan daripada kios pangan ini adalah menyediakan bahan pangan di bawah harga pasaran untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah Kabupaten Nabire,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada media.
Yasor mengakui, saat ini operasional kios pangan masih dipusatkan di halaman kantor dinas karena adanya keterbatasan anggaran, baik untuk pembangunan fisik maupun mekanisme pengelolaan oleh kelompok masyarakat. Meskipun demikian, ia berharap fungsi kios ini sebagai penyangga harga dapat terus berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga di Nabire.
Terkait rencana pengembangan ke depan, pihak dinas berencana untuk memperluas jangkauan kios pangan ke tingkat distrik guna menyerap produk pangan lokal. “Sesungguhnya kios pangan ini harus dikembangkan terus tidak hanya di dinas, tetapi juga kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memang kita bertujuan untuk menyerap hasil-hasil produk pangan lokal daripada masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire,” jelas Yasor.

Pada pelaksanaan GPM Mandiri kali ini, dinas secara khusus melibatkan peternak telur lokal sebagai bentuk respon atas kondisi inflasi daerah yang dibahas dalam rapat bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Di satu sisi telur ini melimpah di pasaran, tapi harganya justru naik. Kami berharap dengan gerakan pangan murah ini melibatkan peternak lokal, bisa membantu peternak lokal ini untuk menyerap hasil produk telurnya,” tambahnya.
Mengenai mekanisme penetapan harga, Yasor mengungkapkan harga yang ditawarkan di GPM Mandiri dipatok di bawah harga rata-rata pasar untuk meringankan beban masyarakat. “Katakanlah di pasaran telur Rp75.000, di Gerakan Pangan Murah Mandiri ini kita jual dengan harga di bawah harga pasar tersebut,” papar Yasor.
Terkait kebijakan pembelian, pihak dinas saat ini tidak memberlakukan batasan kuota bagi warga yang ingin berbelanja di Kios Pangan. “Untuk pembelian di gerakan pangan murah mandiri kali ini bebas, kita tidak batasi. Kemampuan daripada para pembeli untuk berbelanja itu dipersilakan karena memang kita lihat juga dengan ketersediaan bahan pangan yang kami sediakan,” pungkasnya.
Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus melindungi para produsen pangan lokal di Kabupaten Nabire agar tetap memiliki pasar yang stabil bagi produk mereka. (sam)
Bagikan artikel ini



