Sriwijaya Air Mendarat, Wamendagri Bersama Crew Pesawat Disambut
NABIRE - Pesawat Sriwijaya Air mendarat dengan lancer dan aman, sekitar pukul 10.00 WIT, Jumat (6/12/24) di Bandar Udara (Bandara) Douw Aturure. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Ribka Haluk beserta Crew Sriwijaya Air nampak disambut para pejabat Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire.

NABIRE - Pesawat Sriwijaya Air mendarat dengan lancer dan aman, sekitar pukul 10.00 WIT, Jumat (6/12/24) di Bandar Udara (Bandara) Douw Aturure. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Ribka Haluk beserta Crew Sriwijaya Air nampak disambut para pejabat Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire.
Kedatangan Wamendagri itu untuk meresmikanan pendaratan perdana Pesawat Sriwijaya Air di Nabire, yang berlangsung di room VIP Bandara Douw Aturure. Dengan disambut tarian adat Papua dan prosesi pemberian topi khas Papua kepada Wamendagri dan pilot.
Beberapa tamu undangan hadir dalam kesempatan itu. Konon, dari beberapa maskapai lain sebelumnya tidak membuah hasil, selama 14 hari dari maskapai sebelumnya dan ketika tiga kali gagal, lalu melobi langsung ke Sriwijaya Air dengan hanya 14 hari berhasil, sedangkan dari beberapa maskapai lain sampai dua bahkan tiga bulan.
Pesawat dari Jakarta sampai ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah dan kini Bandara Douw Aturure Nabire sudah didarati oleh pesawat berbadan besar, sekelas boeing 500, dengan kapasitas 100 penumpang lebih, sehingga ada solusi ketika naik pesawat dengan alternatif lain. Papua Tengah dapat dikatakan sudah menggunakan pesawat berbadan besar dan harga tiket pesawat bisa turun berkisar 50 persen, jadi tidak perlu khawatir lagi soal harga tiket.
Direktur Utama Sriwijaya Air, dalam sepatah dua katanya berharap pihaknya dapat berkontribusi dan bersinergi serta berkolaborasi dengan masyarakat Papua Tengah dan bisa berjalan langgeng dan tidak sebentar, agar ekonomi Papua Tengah secara umum dan cuaca juga sangat cukup baik, mendarat dengan selamat di Bandara Nabire. Sriwijaya hadir bukan hanya terbang saja, tetapi dengan cakupan yang lebih luas.

Sementara itu, Pj Gubernur Papua Tengah, Anwar Harun Damanik mengucapkan terimakasih kepada Direktur Sriwijaya Air dan kepada seluruh pejabat yang hadir. Tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan semua pihak yang hadir dalam kesempatan tersebut.
“6 Desember 2024 momen bersejarah khusus di Kabupaten Nabire, per hari ini kita akan dilayani oleh maskapai, serta bisa menjawab semua terkait hal ini. Selamat beroperasi di Provinsi Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire, menjadi bagian penting seluruh proses yang kita harapkan hari ini,” ujar Anwar Damanik.
Lanjutnya, hal ini tentu akan ada dampak ekonomi dan bidang jasa, kesempatan kerja. Untuk itu, diharapkan pemimpin yang ada di Nabire menyiapkan kesemptan ini dan Sriwijaya sudah membuka peluang. “Kehadiran Sriwijaya membawakan dampak baik untuk anak-anak daerah, membuka peluang kerja bagi anak-anak di Papua Tengah, terkait Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Tengah masuk inflasi tertinggi di Indonesia,” pungkasnya.
Wamendagri Ribka Haluk mengatakan, pemerintah pada hari ini (Selasa lalu, red) telah menandatangani MoU di Jakarta. “Ini memberikan dampak baik bagi masyarakat di Provinsi Papua Tengah dan hari ini kita lihat dengan nyata, dari PT Sriwijaya Air, Wamendagri meresmikan Sriwijaya Air di room VIP Bandara Douw Aturure Nabire,” tandasnya.(feb)
Bagikan artikel ini



