NABIRE - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Nabire, Kalisusu 001 kembali beroperasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, untuk memastikan kesiapan-kesiapan dari dapur sejak dinonaktifkan dari BGN dan Satuan Petugas (Satgas) kurang lebih 2 Minggu.

Ia menjelaskan, sejak 2 Minggu tersebut dari Satgas menyampaikan pembenahan terutama di waktu siklus kerjanya, sehingga pada saat aktif kembali ini pelayanan sudah tidak mengalami hambatan atau keterlambatan dalam hal pengantaran makanan. 

Oleh karena itu, BGN Nabire telah melakukan pengecekan dan sudah memenuhi apa yang menjadi syarat-syarat untuk diminta perbaiki. "Yang kita perbaiki, ialah managerial dapur, shift-shif atau jam kerjanya mulai dari persiapan, produksi, pembersihan, distribusi dan pencucian ompreng, harus ditata ulang waktunya agar tidak terjadi keterlambatan," ucap Marsel ketika berada di Dapur SPPG Kalisusu 001, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, sudah ada Orang Asli Papua (OAP) yang bekerja di dalam, sehingga sudah mewakili dan armada mobil sudah ada, yaitu mobil box untuk pengantaran.

Marsel juga memastikan penerima manfaat, karena baru memulai kembali dan dalam aturan BGN karena waktu lalu di-off-kan dan sekarang telah diaktifkan kembali harus melayani 1.000 penerima manfaat, waktu sebelum dinonaktifkan telah melayani 2.000 lebih, tetapi karena dinonaktifkan jadi turun 1.000 dan akan naik lagi kembali menjadi 2.000, akan membutuhkan penyesuaian di dapur agar karyawan yang bekerja tidak kaget.

"Harapan kami dari BGN nasional agar meningkatkan pelayanan, kemudian kedepankan etika, tatakrama, sopan santun dan lebih banyak mendengar saran dan masukan, kemudian memperhatikan makanan gizinya," katanya.

Marsel juga menyoroti hak anak-anak yang tidak boleh sampai terabaikan, makanan harus benar-benar bergizi dan sesuai dengan takaran porsi gizi sehingga harapan dari Prabowo dan Asta citanya bisa diwujudkan di Kabupaten Nabire.

"Kita akan melakukan rapat rutin setiap bulan, dengan mitra, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KaSPPG) dan menggunakan anggaran dari SPPG, rapat koordinasi setiap bulan supaya kita bisa lebih mudah untuk mengontrol dapur dan bisa menyiapkan kebutuhan-kebutuhan dapur dalam hal administrasi seperti standar satuan harga serta data-data lainnya yang perlu dukungan dari satgas untuk kita bantu dan siapkan," pungkasnya.(edi)