Sosialisasi Penguatan Malaria Center Dalam Rangka Percepatan Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire
NABIRE - Sosialisasi penguatan malaria center dalam rangka percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Nabire, diperlukan tim center malaria untuk mensosialisasi kepada masyarakat. Karena tiga interperansi terbesar menular sarang nyamuk adalah lingkungan, manusia dan nyamuk.

NABIRE - Sosialisasi penguatan malaria center dalam rangka percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Nabire, diperlukan tim center malaria untuk mensosialisasi kepada masyarakat. Karena tiga interperansi terbesar menular sarang nyamuk adalah lingkungan, manusia dan nyamuk.
Demikian disampaikan dr. Frans Sayori pada saat kegiatan sosialisasi penguatan malaria center dalam rangka percepatan eliminasi malaria, Rabu (8/12/21) di ruang rapat Setda Nabire.
Dikatakan Frans Sayori, tiga interperansi terbesar menular sarang nyamuk adalah lingkungan, manusia dan nyamuk. Artinya bahwa dimana kita tinggal lingkungan kotor, halaman rumah kotor, kamar mandi atau WC kotor dan tadah air hujan itu mudah berkembang sarang nyamuk. Karena kita tidak menjaga kebersihan lingkungan.
Dikatakan, dimana kita tinggal, lingkungan tidak dijaga kebersihannya dengan baik atau halaman rumah yang kotor, kamar mandi atau wc, tempat tadah air hujan juga disitu mudah berkembang. Maka diharapkan semua pihak mendukung dan mendorong program kegiatan ini secara bersama. Karena penyakit Covid-19 kita tidak bisa lihat tapi gigitan nyamuk penyakit itu kita bisa lihat.
Pada kesempatan yang sama, dr Maikel menyampaikan peserta penguatan malaria center tadi sudah disampaikan bagaimana upaya strategi percepatan eliminasi yang sudah dilakukan di tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota.
“Kami menyimak tadi ada beberapa materi yang dipaparkan oleh pemateri itu validasi data, penemuan kasus secara masif peningkatan kapasitas, pengendalian investor dan manajemen lingkungan kolaborasi dan distribusikan kelambu serta saran, masukan melalui kita bersama menyamakan satu persepsi atau satu tujuan, kemudian malaria klosa pengemproteksi di rumah-rumah atau dibagi kelambu masal kepada masyarakat Kabupaten Nabire,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, kantor malaria center harus dibangun di Kabupaten Nabire. Karena setiap tahun dana kesehatan miliyaran kasih kembalikan ke pusat. Kita belum melaksanakan kegiatan di bidang kesehatan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas tupoksi masing-masing. Hingga pada tahun anggaran baru 2022 semua pihak mendukung harus mendorong bangun kantor center malaria di Nabire. Dan program pemerintah pusat akan diterima tenaga bidang kesehatan di Provinsi Papua sebanyak 330 orang akan dibagi ke rumah sakit, Puskesmas, Pustu, klinik dan Posyandu. Mereka akan ditempatkan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (modes)
Bagikan artikel ini



