PANIAI – Gelombang kepedulian dari mahasiswa di Jayapura tiba di lokasi bencana banjir di Distrik Deyai Miyo, Kabupaten Paniai Provinsi Papua Tengah. Gabungan lembaga mahasiswa yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (BEM USTJ) dan Solidaritas Mahasiswa Papua (SMP) telah sukses menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak.

Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Selasa, (8/10/2025), pukul 12.00 WIT bertempat di Lapangan Imakida, Distrik Deyai Miyo, Paniai, Papua Tengah.

Aksi kemanusiaan ini merupakan puncak dari gerakan ‘Open Donasi Bencana Banjir’ yang telah digalang oleh mahasiswa di Jayapura sejak 8 September hingga 30 Oktober 2025.

Selama masa penggalangan, terkumpul berbagai logistik penting, di antaranya 50 sak beras, minyak goreng, garam, micin, sabun mandi, deterjen (rinso), alat dan buku tulis, Alkitab serta 13 karung pakaian layak pakai. 

Seluruh bantuan telah dikemas dan didistribusikan secara rapi dan tepat sasaran oleh relawan mahasiswa.

Koordinator umum kegiatan, Alekx Omiage You, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa. "Kami tidak hanya belajar di kampus, tapi juga belajar menjadi manusia yang peduli. Bantuan ini adalah wujud kasih dan tanggung jawab sosial mahasiswa Papua kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah," ujar Alekx.

Pada kesempatan yang sama, wakil koordinator lapangan, Yanurius Kadepa, menambahkan bahwa inisiatif ini menunjukkan kuatnya persatuan mahasiswa lintas kampus di Tanah Papua.

"Keterlibatan BEM, DPM dan UKM dari berbagai universitas membuktikan semangat kolektif mahasiswa Papua. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa selalu ada bersama rakyat dalam kondisi apa pun," tegas Yanurius.

Penyerahan bantuan tahap pertama ini disaksikan oleh perwakilan mahasiswa dari USTJ, Universitas Cenderawasih (Uncen), dan BP IPPM-YDM Jayapura, bersama dengan masyarakat setempat.

Meskipun distribusi tahap pertama telah selesai, Posko donasi mahasiswa ini masih dibuka hingga 30 Oktober 2025. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk terus berpartisipasi menyalurkan bantuan tambahan melalui jaringan mahasiswa di Jayapura.(pal/you)