NABIRE – Sejumlah sekolah di luar Papua, telah menerapkan lima hari efektif sekolah. Yakni kegiatan belajar dan mengajar dilakukan dari hari Senin hingga hari Jumat dalam setiap minggunya. SMP Negeri 1 Nabire mulai tanggal 1 September 2014, akan melakukan uji coba 5 hari efektif sekolah. Berbagai persiapan telah dilakukan pihak sekolah menjelang dilaksanakannya uji coba 5 hari efektif sekolah ini.   Seperti dituturkan Kepala SMPN 1 Nabire, P. Musendi, S.Pd., M.Pd, SMP Negeri 1 nabire siap melaksanakan Kurikulum 2013, sekaligus uji coba 5 hari efektif sekolah. Kata Musendi, pelaksanaan uji coba hari efektif 5 hari sekolah tergantung kesanggupan harus dinyatakan dan terus bersambung selama tidak ada kesukaran. Lebih lanjut dikatakan Musendi, dasar pemikiran untuk mewujudkan ciri-ciri implementasi Kurikulum 2013 adalah mengamati, mencoba, menanya, menalar dan mengkomunikasikan membutuhkan efektifitas penambahan jam wajib setiap guru mata pelajaran. Kepala Sekolah Musendi mendeskripsikan bahwa dalam rangka upaya penggunaan hari-hari luang/libur untuk penyegaran kondisi/fisik kelelahan dalam kegiatan belajar mengajar. Serta sebagai wujud mensukseskan program pemerintah dalam menghidupkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber penghasilan daerah dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan semakin menunjang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Maka SMP Negeri 1 Nabire sebagai Sekolah Standar Nasional Mandiri dan juga sebagai salah satu Sekolah Percontohan siap menerapkan Kurikulum 2013. Sekaligus kepala sekolah mengkonsepkan program uji coba hari efektif belajar 5 hari sekolah dimulai hari Senin hingga Jum’at. Dengan pengaturan waktu dalam jadwal, hari Senin pukul 07.30 WIT hingga 13.40 WIT, hari Selasa hingga Kamis pukul 07.30 WIT hingga 14.00 WIT, dan hari Jum’at pukul 07.30 WIT hingga 11.30 WIT. Dikatakan Musendi, sebagai wujud dari kesiapan dalam implementasi Kurikulum 2013 sekaligus uji coba hari efektif belajar 5 hari sekolah, akan dikaji oleh dewan guru, staf tata usaha dan tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Nabire maupun melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kabupaten Nabire. Pelaksanaan uji coba hari efektif 5 hari sekolah dalam proses belajar mengajar dimulai tanggal 1 September 2014 yaitu dalam waktu 3 bulan batas Desember 2014. Dengan ketentuan, pertama, orangtua peserta didik untuk ikut aktif dalam pengawasan uji coba hari efektif 5 hari sekolah, dalam pengamatan keluhan peserta didik (bila ada) agar dikoordinasikan kepada Tim Pelaksana Uji Coba Hari Efektif 5 Hari Sekolah, yang terdiri dari Kepala Sekolah, Dua Wakil Kepala Sekolah, Seksi Kurikulum.  Kedua, orangtua peserta didik dapat mengkomunikasikan dengan cara memberikan saran dalam uji coba hari efektif 5 hari sekolah untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas terhadap kegiatan belajar mengajar. Melalui wadah Komite Sekolah secara tertulis agar tercipta keselarasan komunikasi antara Sekolah, Komite dan orangtua peserta didik dalam peningkatan kuantitas maupun kualitas. Ketiga, untuk menjaga stamima peserta didik, orangtua untuk membekali putra/putrinya berupa makan siang/uang saku yang dibawa langsung oleh yang bersangkutan (tidak diantar). Keempat, jam-jam istirahat peserta didik diijinkan untuk belanja makan di kantin sekolah, dengan standar makanan sehat, berdasarkan hasil rekomendasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire. Kelima, berdasarkan rapat Dinas Dewan Guru, Tata Usaha dan Tenaga Kependidikan pada Tanggal 26 Agustus 2014. Dalam rapat Dinas Dewan Guru, Tata Usaha dan Tenaga Kependidikan untuk mengatasi kekurangan jam wajib mengajar guru di SMP Negeri 1 Nabire, Kepala Sekolah SMPN 1 Nabire, P. Musendi, S.Pd., M.Pd, mengangkat dua wakil kepala masing-masing Suryatti Anakotta selaku Wakil Kepala Sekolah membidangi Bidang Kurikulum dan Kesiswaan serta Efreng Tuhuteru selaku Wakil Kepala Sekolah membidangi Bidang Sarpras dan Humas.  Selain itu, P. Musendi, S.Pd., M.Pd, juga mengangkat Muh. Nahari selaku Kepala Laboratorium dan Mathilda Hitipeuw selaku Kepala Perpustakaan. Dan juga mengangkat Wiwororah Setyaningrum selaku Bendahara Dana BOS serta Debbie Maroni Tialey selaku Bendahara Komite Sekolah.  Selanjutnya sosialisasi cara pengisian Model Rapor Kurikulum 2013 secara manual maupun otomatis serta memberikan ruang dan waktu terjadwal kepada 27 wali kelas sebagai jam perwalian dan kepramukaan wajib mewujudkan 18 karakter kepada peserta didik.  Terkait dengan uji coba pelaksanaan 5 hari efektif sekolah, suratnya sudah dikirim kepada pihak-pihak terkait di daerah ini. Masing-masing kepada Bupati Nabire, Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Kepala Bidang SMP/MTs Dinas Pendidikan Nabire, Pengawas SMP/MTs Kabupaten Nabire, Ketua MKKS SMP/MTs Kabupaten Nabire dan Ketua Komite SMP Negeri 1 Nabire. (ros)