NABIRE - Sebagai doctor pertama bidang farmasi di wilayah Provinsi Papua Tengah, tentunya Dr. apt Nur Alam Abdullah, S.Si.,M.Farmkling, tidak menyiapkan ilmu yang telah didapat begitu saja, tetapi terus dikembalingkan dan ditularkan kepada semua generasi dan anak sekolah yang sedang menimbah ilmu di SMK Macida Kesehatan Nabire.

Dalam perjalanan waktu tidak terasa kini, SMK Macida Kesehatan Nabire telah memproduksi 6 produk herbal Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) yang sudah dijual, antara lain produk herbal aroma terapi herbal minyak buah merah, minyak bakar khas Papua, Hotjel herbal dari ekstrac cabe pedalaman, hand sanitaiser lidah buaya, saleb kaskado dari daun kaskado dan cosmetick herbal.

Dalam usaha pengembangan produksi herbal sebanyak 6 produk ini, tentunya 90 persen bahan utamanya diambil dari tanaman dan tumbuhan yang ada di wilayah Kabupaten Nabire dan juga di seluruh tanah Papua.

Dikatakan Kepala sekolah SMK Macida Kesehatan Nabire, Nur Alam Abdullah kepada Papuapos Nabire, Selasa (21/1/25) di ruangan apotek milik sekolah, kedepan pihaknya ingin semua produksi dari 6 prodok tersebut menjadi icon Papua Tengah.

Apabila ada dukungan sarana dan prasarana yang langsung dibiayai oleh pemerntah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah, selaku pribadi dan putra pertama yang bergelar doctor farmasi akan siap membangun pabrik herbal pertama di atas tanah Papua.

Karena tanah Papua ini sangat kaya dengan beraneka ragam tumbuhan yang bisa dikelola menjadi obat herbal bagi kesehatan masyarakat dan jika semua ini berjalan dipastikan harganya bisa dijangkau oleh masyarakat ekonomi kecil.

Untuk itu diharapkan adanya dukungan pemerintah kabupaten dan provinsi, agar tanaman dan tumbuhan yang bermanfaat di atas tanah Papua jangan lagi diambil keluar dan dikelola menjadi obat herbal dan kemudian dijual kembali kepada masyarakat Papua dengan harga mahal.(des)