NABIRE – Keterbatasan ruang belajar memaksa SMA Negeri 2 Nabire mengalihfungsikan ruang perpustakaan dan Laboratorium (Lab) Fisika menjadi ruang kelas pada awal Tahun Pelajaran 2026/2027. Kondisi ini terjadi setelah jumlah peserta didik baru meningkat, sementara ruang kelas yang tersedia tidak mencukupi.

Kepala SMAN 2 Nabire, Suryati Mangallo, S.Pd., M.Pd., mengatakan sekolah tahun ini menerima 407 peserta didik baru. Namun, ruang belajar yang tersedia hanya mampu menampung sembilan rombongan belajar (rombel), padahal jumlah siswa tersebut idealnya membutuhkan 11 ruang kelas.

"Karena keterbatasan ruang, perpustakaan dan Laboratorium Fisika sementara kami gunakan sebagai ruang kelas agar seluruh siswa baru tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar," ujar Suryati kepada PapuaPos Nabire, Selasa (21/7/2026).

Dengan kebijakan tersebut, seluruh siswa baru kini telah menempati 11 ruang kelas. Namun, dampaknya cukup besar terhadap fasilitas penunjang pendidikan.

Ruang perpustakaan tidak lagi dapat dimanfaatkan sebagai pusat literasi bagi siswa. Sementara itu, Laboratorium Fisika yang selama ini digunakan untuk kegiatan praktikum mata pelajaran sains juga tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

Menurut Suryati, meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahun harus diimbangi dengan penambahan sarana dan prasarana pendidikan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Saat ini, kata dia, kebutuhan paling mendesak adalah pembangunan tiga hingga lima ruang kelas baru untuk mengatasi kekurangan ruang belajar.

Selain itu, pihak sekolah juga membutuhkan pembangunan pagar permanen di sekeliling lingkungan sekolah. Pagar yang ada saat ini masih menggunakan material kayu dan atap seng yang telah rusak dimakan usia.

"Sebagian besar pagar, terutama di sisi belakang, timur, dan barat sekolah, sudah roboh sehingga perlu segera dibangun pagar permanen demi keamanan lingkungan sekolah," jelasnya.

Suryati berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di SMAN 2 Nabire. Menurutnya, penambahan ruang kelas dan pembangunan pagar permanen sangat penting untuk mendukung kenyamanan, keamanan, serta peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut, sekolah optimistis kegiatan pendidikan dapat berjalan lebih efektif tanpa harus mengorbankan fungsi fasilitas penting seperti perpustakaan dan laboratorium. (des)