NABIRE - Sekolah Lapang Gempa (SLG) Bumi dan Tsunami dilakukan agar tanggap terhadap gempa dan tsunami jika terjadi. Di mana dalam sekolah ini tidak hanya diberikan materi saja, tetapi langsung turun ke lapangan di Kelurahan Siriwini.

Selain itu, juga diajarkan bagaimana evakuasi untuk mengejar waktu dan ketika gempa terjadi. Demikian dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nabire, Imanuel Monei.

"Sangat luar biasa kegiatan pada hari ini, saya mengucapkan terima kasih dan ini suatu hal yang baru dan pengetahuan yang luar biasa bagi kami BPBD supaya kami selalu tanggap terhadap kebencanaan gempa dan tsunami," tambah Imanuel dalam wawancaranya, Jum'at (17/10/2025) usai menghadiri SLG Bumi dan Tsunami di Aula Kantor Pemerintah Kabupaten Nabire.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala BMKG Nabire dan Kepala Balai Wilayah V serta dukungan pemerintah daerah yang luar biasa. 

Ia berharap agar peserta yang ikut pada hari ini tidak hanya sampai di sini saja, tetapi pelajaran (ilmu) yang diajarkan pada hari ini bisa dilanjutkan kepada masyarakat lain, tetangga dan keluarga, agar mereka juga paham. 

"Ada sesuatu yang baru serta ilmu pengetahuan yang didapatkan dari SLG pada hari ini dan untuk teman-teman staf agar ini menjadi bekal yang sangat luar biasa, karena kita ada untuk rakyat dan rakyat mengharapkan kita ketika terjadi gempa bumi," tambah Imanuel ketika menutup kegiatan SLG. 

Ia menambahkan, orang hanya mengetahui gempa atau bencana alam seperti banjir, tetapi ada teori-teori atau trik-trik bagaimana bisa menyelamatkan diri.(edi)