NABIRE - Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (P3K) formasi tahun 2024 silam oleh Pemerintah Kabupaten Nabire sebanyak 196 orang lebih banyak didominan yang berasal dari tenaga kesehatan dan tenaga guru. Di mana dari 196 orang itu, tenaga kesehatan sebanyak 30 orang dan tenaga guru sebanyak 48 orang.

Dari jumlah 196 pegawai P3K itu yang sudah menerima SK sebanyak 187 orang, sementara 9 SK masih terproses di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, sehingga ke depan bagi P3K, K-2 maupun CPNS yang baru diangkat atau menerima SK, Bupati Nabire selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) akan mengambil langkah tegas.

Dimana langkah tegas Bupati Nabire akan menempatkan, tenaga P3K, K2 maupun CPNS lebih banyak ke daerah Terpencil, Tertinggal dan Terluar (3T), khusus tenaga kesehatan dan tenaga guru. Sementara tenaga teknis lainnya akan terserap di semua kantor–kantor distrik yang ada di pinggiran dan daerah 3T.

Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nabire, Yohanis Pigome, S.Sos., MM.MH, kepada Papuaps Nabire, Rabu (11/3/26) di ruang kerjanya seraya menambahkan, sesungguhnya Bupati Nabire punya keinginan dan kerinduan agar ada pemerataan tenaga kesehatan di semua Puskeams dan Pustu serta pemerataan guru di semua sekolah.

Sehingga ke depan bagi para P3K, K-2 dan CPNS yang semuanya formasi tahun 2024 silam, selaku PPK Bupati Nabire sudah jelas–jelas akan mengambil langkah yang tegas, agar P3K, K-2 maupun CPNS semua ke daerah 3T guna menjawab kekurangan tenaga medis dan tenaga pendidikan di daerah tersebut.

Untuk itu, diharapkan kepada para tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan dan tenaga teknis lainnya agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan SK pengangkatan, jangan lagi ada alasan, karena selaku pegawai saudara harus bersedia ditempatkan di manapun. Sebab itu merupakan sumpah dan janji kita untuk melayani masyarakat.(des)