NABIRE - Bertempat di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Senin (28/6/21) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd membuka kegiatan sosialisasi Situs Momorikotey.

Sosialisasi Situs Momorikotey merupakan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kabudayaan RI yang dilaksanakan Balai Arkeologi Papua. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pulau Kapatar (Pulau Panjang, red) Kampung Mambor, Distrik Kepulauan Moora.

Kegiatan ini dihadiri puluhan kepala sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA dan juga SMK yang ada di Kabupaten Nabire. Dengan harapan Situs Momorikotey menjadi acuan ditemukannya jejak kehidupan manusia masa prasejarah hingga masa sejarah di Nabire.

Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan mengatakan, dengan ditemukannya Situs Momorikotey di Pantai Wisata Mowirin atau Pulau Kapatar diharapkan menjadi pengetahuan bagi generasi muda di masa yang akan datang.

Sebab dari apa yang ditemukan di Pulau Kapatar telah mengungkap kehidupan masa prasejarah di Papua. Dan dari hasil penelitian Situs Momorikotey diharapkan mengungkap asal mula orang Papua (penduduk Asli Papua) di Tanah Papua. Disisi lain, katanya, kita pun perlu mempelajari sejarah Papua sejak zaman prasejarah.

Karena perkembangan ilmu sejarah dibagi menjadi dua bagian yang perlu dipelajari. Yakni masa sebelum manusia mengenal huruf (masa prasejarah) dan masa sesudah manusia mengenal huruf atau masa sejarah.

Sehingga diharapkan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Arkeologi Papua di Pulau Kapatar Mowirin, guna mengungkap kehidupan zaman prasejarah di Papua Panjang, maka diharapkan para peserta dapat memaknainya. (des)