Sinergi Emas Nabire dan Pasti-Papua: Berkolaborasi Cetak Generasi Emas Papua Bebas Stunting

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire menggandeng Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Papua (Pasti-Papua) dalam sebuah langkah strategis yang penuh komitmen. Melalui Co-creation Workshop yang digelar di Hotel Mahavira pada Rabu (12/11/2025), kedua belah pihak resmi bersinergi untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat secara signifikan.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Co-creation Workshop PASTI-Papua 2025 di Nabire menjadi wadah krusial yang menyatukan pemangku kepentingan, pemerintah daerah dan mitra pembangunan. Tujuannya jelas, berinovasi dan berkolaborasi untuk menelurkan solusi kontekstual demi percepatan penanggulangan stunting.
Plt Sekda Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya memberikan penekanan tajam dan menegaskan bahwa stunting adalah isu yang melampaui masalah tinggi badan. Ini adalah cerminan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.

"Anak yang stunting berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, penurunan kecerdasan dan daya saing yang rendah di masa dewasa," ujar Yulianus Pasang.
Oleh karena itu, upaya percepatan penurunan stunting dianggap sebagai investasi besar untuk masa depan Kabupaten Nabire, melahirkan generasi Papua yang sehat, cerdas dan tangguh.
Program Pasti-Papua, menurut Plt Sekda, mengajak semua pihak untuk bekerja bersama, belajar dan menciptakan solusi yang sesuai dengan kondisi sosial-budaya di tanah Papua.
"Pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui sinergi lintas sektoral dan partisipasi aktif di tengah-tengah kehidupan masyarakat," tambahnya, menunjukkan pentingnya kemitraan dalam mencapai target.
Pemerintah Kabupaten Nabire bahkan memberikan apresiasi dan dukungan penuh, sejalan dengan komitmen nasional untuk menurunkan prevalensi stunting hingga di bawah 14% pada tahun 2025.
#Fokus Area dan Strategi Tiga Pilar Pasti-Papua

Di tempat yang sama, Senior Program Manager Pasti-Papua, Julia Sagala, menjelaskan peran proyek ini. Pasti-Papua adalah proyek berdurasi 2 tahun 8 bulan yang berfokus mempercepat penurunan stunting di Provinsi Papua Tengah (Mimika dan Nabire) dan Papua Selatan (Asmat).
Khusus di Kabupaten Nabire, Pasti-Papua akan mengimplementasikan kegiatannya di tujuh kampung atau kelurahan terpilih, yaitu Kelurahan Bumi Wonorejo, Kelurahan Siriwini, Kampung Kali Harapan, Kampung Bumi Raya, Kampung Wadio, Kampung Air Mandidi dan Kampung Makimi.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa satu dari lima anak Balita (21,6%) di Indonesia mengalami stunting. Angka ini memicu alarm serius terkait risiko berkurangnya kemampuan kognitif dan produktivitas kerja di masa depan.
Julia Sagala menekankan, melalui kemitraan multi-sektor, Pasti-Papua akan menggunakan tiga pilar pendekatan utama, yakni intervensi gizi terpadu berbasis lokal: menargetkan keluarga berisiko stunting, khususnya keluarga dalam masa krusial Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Peningkatan kesadaran dan mutu pelayanan. Melalui peningkatan kesadaran stunting bagi remaja dan calon pengantin, sekaligus peningkatan mutu pelayanan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Penguatan pelayanan kesehatan dasar dan kelembagaan. Kegiatan ini fokus pada pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak yang terpadu (promotif dan preventif) melalui kolaborasi dengan wahana visi Indonesia serta penguatan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) dari tingkat kabupaten hingga kampung.(amd)
Bagikan artikel ini



