NABIRE - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat di wilayah Provinsi Papua Tengah terus memacu kinerja guna memenuhi target pendapatan daerah pada tahun anggaran 2026. Fokus utama saat ini adalah penguatan koordinasi internal dan pengawasan melekat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Badan Pengelolaan Pendapatan, Aset dan Keuangan Daerah (BPPKAD) guna memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai jalur yang ditetapkan.

Kepala UPTD Samsat Nabire, Nicolas Boas Frency, Amd., SE, mengungkapkan, keberhasilan operasional Samsat tidak lepas dari dukungan penuh pimpinan. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas di lapangan berada di bawah naungan dan arahan langsung Kepala BPPKAD Provinsi Papua Tengah yang secara konsisten memantau perkembangan di setiap wilayah kerja.

Dalam struktur organisasinya, Samsat didukung oleh dua pilar utama, yakni Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) serta Bidang Perencanaan dan Evaluasi. Kedua bidang ini memiliki peran krusial dalam memberikan asistensi teknis maupun strategis. Jika ditemukan kendala di lapangan, kedua bidang inilah yang sigap memberikan solusi dan dukungan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Monitoring dilakukan secara berkala pada setiap triwulan untuk memastikan realisasi target yang telah dibebankan tahun ini. Kepala Bidang PDRD dan Kepala Bidang Perencanaan terjun langsung memantau kinerja staf, memberikan motivasi serta dorongan semangat. Hal ini dilakukan agar potensi pendapatan tidak meleset dan setiap tantangan dapat dimitigasi sejak dini melalui evaluasi yang terukur.

Saat ini, terdapat empat Samsat utama yang berada di bawah pengawasan ketat BPPKAD Papua Tengah, yakni Samsat Nabire, Samsat Timika, Samsat Puncak Jaya dan Samsat Paniai. Keempat wilayah ini menjadi tumpuan utama dalam penerimaan pajak kendaraan bermotor dan pendapatan daerah lainnya yang menjadi modal pembangunan di provinsi baru ini.

"Kami dimonitor langsung oleh kepala badan lewat kepala-kepala bidang. Hasil kinerja dari empat Samsat ini nantinya menjadi laporan rutin Kepala Badan kepada bapak Gubernur. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami dalam melihat sejauhmana kinerja dan capaian yang telah diraih," ujar Nicolas Boas Frency saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/01/2026).

Melalui sistem monitoring yang berjenjang dan transparan ini, diharapkan koordinasi antara UPTD Samsat dengan Pemprov semakin solid. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan regulasi yang kuat, jajaran Samsat di Papua Tengah optimis dapat memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kesejahteraan masyarakat di Bumi Cendrawasih.(sam)