Setiap Anak di Papua Tengah Berhak Dapatkan Pendidikan Layak dan Merata
NABIRE - Setiap anak di Papua Tengah berhak mendapat pendidikan yang layak dan merata. Termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, difabel fisik atau mental atau intelektual dan lainnya.

NABIRE - Setiap anak di Papua Tengah berhak mendapat pendidikan yang layak dan merata. Termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, difabel fisik atau mental atau intelektual dan lainnya. Tantangan seperti akses sekolah, kualitas guru, dan infrastruktur masih harus jadi perhatian serius. Pendidikan adalah pintu menuju kemandirian dan kemajuan, jangan biarkan anak-anak Papua tertinggal.
Hal ini dikatakan Ketua Yayasan Difabel Peduli Nabire, Maria Yetia Saputri Kapitarauw, S.Sos, MM, AWP yang juga selaku perintis dan founder Sekolah Inklusi Matahari (PAUD&TK,SD) sekolah kesetaraan Paket ABC PKBM Muda Mudi Papua Hebat, saat perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jum'at (2/5/2025).

Maria menyatakan, pendidikan inklusif untuk teman difabel, khusus untuk saudara-saudara difabel, dari Yayasan Difabel Papua berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak kelayakan hidup manusiawi.
"Difabilitas bukan penghalang untuk belajar, Kami mendorong pemerintah dan masyarakat agar, Menyediakan sekolah ramah difabel dengan sarana aksesibel. Melatih guru dalam pendekatan pendidikan inklusif. Memberi kesempatan setara dalam beasiswa dan pelatihan keterampilan," katanya.

Dirinya juga berpesan untuk Pendidikan yang inklusif dan adil adalah cermin bangsa yang besar. Di Hardiknas ini, dirinya memastikan agar idak ada anak Papua, termasuk difabel, Anak Berkebutuhan Khusus yang ditinggalkan. untuk setiap langkah kecil dan memajukan pendidikan adalah investasi bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah. (edi)
Bagikan artikel ini



