Seribu Usaha Kecil Nabire Dapat BLT
NABIRE – Sebanyak seribu (1.000) pengusaha kecil usaha di Kabupaten Nabire menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat
NABIRE – Sebanyak seribu (1.000) pengusaha kecil usaha di Kabupaten Nabire menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dalam tahun ini. Penerima bantuan pemerintah kepada pengusaha kecil dalam kondisi pandemi covid -19 ditentukan langsung oleh Kemenkop UKM.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Nabire, Victor Tebay di ruang kerjanya, Rabu (9/6) mengatakan bantuan kepada pengusaha dari Kemenkop UKM tahun ini, nilai besaran bantuan berkurang. Bantuan dalam rangka percepatan penanggulangan Covid -19 yang diberikan kepada pengusaha kecil tahun lalu sebesar Rp 2.400.000,- tetapi bantuan berupa BLT kepada pengusha kecil tahun ini sebesar Rp 1.200.000,- per pengusaha kecil.
Tebay menyebut, usulan dari Nabire sebanyak 8.000 pengusaha kecil namun Kemenkop UKM hanya menentukan 1.000 pengusaha kecil di daerah ini. Dan bantuan tersebut langsung disetor melalui rekening penerima lewat Bank Rakyat (BRI). Dinas Koperasi dan UKM di daerah hanya mendapat laporan realisasi penyaluran BLT.
Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire ini menjelaskan, Kabupaten Nabire sudah mengusulkan 8.000 pengusaha kecil seperti penjual sirih pinang di pinggir jalan hingga kios-kios kecil yang layak mendapat bantuan pemerintah disertai dengan nomor rekening, nomor handphone dan nomor watts app. Tetapi, yang disetujuai pemerintah melalui Kemenkop UKM untuk Kabupaten Nabire hanya 1.000 pengusaha kecil.
Kadinkop UKM menambahkan, daerah hanya mengusulkan nama-nama calon penerima khususnya usaha-usaha kecil, penerima ditentukan oleh Kemenkop UKM sehingga daerah tidak bisa berbuat banyak dengan penyaluran BLT dalam rangka percepatan penanggulangan covid -19 di daerah ini.
Tebay berharap bantuan kepada usaha kecil untuk menunjang ekonomi keluarga pengusaha kecil ini berlanjut juga tahun depan. Karena, pengusaha patut didorong untuk menunjang kebutuhan ekonomi keluarga. (ans)
Bagikan artikel ini



