Seorang Warga Tewas Diamuk Massa di Dogiyai
DOGIYAI - Seorang warga sipil, berinisial AD tewas menjadi korban amukan massa di Dogiyai.

DOGIYAI - Seorang warga sipil, berinisial AD tewas menjadi korban amukan massa di Dogiyai. Kejadian pada Senin (24/03/2025) sekira pukul 11.00 WIT itu bermula dari penyerangan terhadap anggota Polres Dogiyai yang sedang melaksanakan tugas atau patroli.
Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju, SH, melalui Kasat Reskrim Polres Dogiyai, AKP Syafri Jido, S.Hi, ketika dikonfirmasi semalam menjelaskan, telah terjadi penyerangan anarkis terhadap anggota Polres Dogiyai yang sedang melaksanakan tugas dan imbas dari penyerangan anarkis tersebut mengakibatkan satu masyarakat pendatang meninggal dunia, yakni AD, pekerja buruh bangunan.
Adapun tempat kejadian perkara (TKP), terang AKP Syafri Jido, di pertigaan pasar ikan Kompleks Ikebo, Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah dan korban telah dievakuasi ke Nabire. Sedangkan untuk pelaku masih proses penyelidikan lebih lanjut.
Menjawab pertanyaan media ini, menyangkut kronologis kejadian, terang mantan Kasat Narkoba Polres Nabire itu, berdasarkan keterangan saksi (teman korban), bahwa sekitar pukul 11.30 WIT, dia bersama korban ‘AD’ (45) dan rekannya menggunakan kendaraan R2 bermerek MX-King berwarna hitam berboncengan tiga melintas di jalan raya Kampung Ekemanida dengan tujuan ingin makan siang setelah usai bekerja di proyek pembangunan rumah di Kampung Mauwa.
Namun, tiba-tiba saat kedua saksi bersama dengan korban berada di dekat Jembatan Kali Tuka Terminal, ketiga orang tersebut dikagetkan dengan ada gerombolan massa yang berhamburan dari arah pasar dan juga Puskesmas Moanemani, sontak saksi dan korban lompat dan melarikan diri.
Lanjutnya, teman korban sempat mengalami percobaan pembacokan menggunakan kapak, tetapi meleset selanjutnya saksi meninggalkan motor yang digunakan dan melarikan diri kearah Jembatan Kali Tuka Terminal dan berhasil meloloskan diri ke arah dalam landasan Bandara Moanemani, sedangkan korban AD terkurung di tengah gerombolan massa, sehingga korban meregang nyawa akibat dari hantaman benda tajam dalam gerombolan massa.
Masih menurut keterangan AKP Syafri Jido, yang juga selaku Plh Kabag Ops Polres Dogiyai, pada hari kejadian, beberapa anggota Polres Dogiyai sedang melaksanakan giat patroli jalan kaki dipimpin Pawas Iptu Wido Purwanto di seputaran kompleks Pasar Ikebo, pertigaan pasar ikan Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai. Sekira pukul 10.40 WIT, salah satu anggota TNI Satgas 756/WMS mengalami perampasan handphone yang dilakukan masyarakat di tengah Kompas Ikebo.
Selanjutnya personil Satgas 756/WMS melakukan pengejaran terhadap pelaku perampasan dan berhasil didapat oleh para personil 756/WMS dan barang hasil rampasan berupa Hp diamankan. Saat personil hendak mengamankan pelaku, pelaku berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor dan sempat beberapa kali terkena pukulan dari personil 756/WMS. Kemudian pelakupun melaporkan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya dalam bentuk provokasi, sehingga massa dalam jumlah banyak yang dilengkapi dengan senjata tajam berkumpul di dalam areal Kompas Ikebo.

Pada pukul 11.00 WIT, dari arah Masjid Al-Kausar datang anggota TNI kurang lebih 6 orang berlari ke arah anggota Polres Dogiyai dengan disusul masyarakatt dengan jumlah yang sangat banyak dengan membawa Sajam dan batu menuju pertigaan pasar ikan menuju anggota Polres Dogiyai yang sedang melaksanakan patroli jalan kaki. Kemudian masyarakat melempari batu ke arah anggota Polres Dogiyai yang sedang melaksanakan patroli jalan kaki setelah itu anggota Polres Dogiyai berkumpul disamping pertigaan jalan Kompleks Pasar Ikebo.
Berikutnya, pada pukul 11.15 WIT, anggota Polres Dogiyai dipimpin Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju mendatangi TKP untuk melakukan backup regu patroli jalan kaki, tetapi masyarakat terus melakukan penyerangan dengan melemparkan batu ke arah anggota Polres, kemudian satu OTK melakukan penyerangan dengan menggunakan Sajam jenis pisau mengenai pipi sebelah kiri anggota Polres Dogiyai dan OTK lainnya melakukan penyerangan dengan menggunakan batu mengenai anggota Polres Dogiyai di bagian dagu.
Tak sampai di sini, masyarakat juga melakukan penyerangan terhadap anggota yang berada di Pospol (jaga) Ikebo. Dan di saat itu pula, kejadian menimpah korban masyarakat sipil pendatang. Dari kejadian ini sendiri, saat ini pihak Polres Dogiyai siaga 1 guna mengantisipasi kejadian susulan.
Hingga berita ini diturunkan, beransur-ansur situasi dan kondisi daerah Kabupaten Dogiyai mulai aman dan kondusif. Dan menyangkut kejadian tersebut dalam penyidikan lebih lanjut serta sebagai konfirmasi yang menyebutkan bahwa korban meninggal anggota TNI/Polri tidak benar, korban MD, yakni AD warga pendatang dari Toraja, berkerja sebagai buruh bangunan.(wan)
Bagikan artikel ini



