NABIRE - Menyikapi perkembangan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Kabupaten Nabire pasca unjuk rasa di wilayah Papua dan Papua Barat belakangan ini terjadi, semua pihak khususnya warga yang berada di Nabire diimbau tetap tenang dan menjaga kondusifitas daerah serta tak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang justru akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Kapolres Nabire, AKBP Sonny M. Nugroho T.S.IK, ketika dikonfirmasikan awak media ini semalam terkait perkembangan situasi daerah mengajak kepada masyarakat Nabire untuk menciptakan situasi yang aman, damai dan sejuk serta tetap menjaga kekondusifan daerah agar terjaga dengan baik dan rukun. Hal itu juga sempat disampaikan Kapolres Nabire di sela-sela pertemuan dengan pihak TNI, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Nabire, belum lama ini di sela-sela digelarnya rapat koordinasi bersama menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas daerah. Dikatakan Kapolres, Nabire memiliki toleransi yang tinggi, oleh karena itu hendaknya situasi Nabire yang aman dan damai bisa selalu terjaga. Pihak Polri baik di pusat maupun daerah sudah bergerak cepat mengamankan dan melindungi mahasiswa Papua yang berada disana. Kapolri juga menjamin bahwa kedepannya mahasiswa Papua diluar Papua bisa menuntut ilmu dengan rasa aman dan nyaman. “Saya menghimbau kepada masyarakat Nabire, TNI/Polri bekerja maksimal untuk mengamankan dan meyakini situasi kita tetap kondusif, namun saya butuh kerjasamanya dan dukungan seluruh masyarakat. Tanpa mereka kami TNI/Polri tidak mampu untuk mengamankan semua ini,” kata Kapolres seperti dilansir dari Humas Polres Nabire kemarin. Mengenai aspirasi warga Nabire pada aksi damai, Kapolres memastikan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Papua oleh tim dari Nabire yang terdiri dari eksekutif dan legislatif dan rencananya hari ini (kemarin, red) telah tiba di Jayapura. Selanjutnya aspirasi tersebut akan disampaikan ke Gubernur Papua untuk dibawa lagi atau diteruskan ke pusat. Harapan Kapolres Nabire, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nabire dan Dogiyai jangan terprovokasi, jangan mudah pengaruh informasi dan kabar yang belum tentu benar. Cek kebenaran karena situasi ini ada yang memanfaatkan, ada orang-orang yang berseberangan dengan kepentingan ideologi falsafah bangsa kita ini meminjam tangan kita yang ada di Papua, khususnya orang-orang asli Papua guna merongrong pemerintahan yang sah saat ini. *DPRD dan LMA Minta Warga Jaga Nabire Tetap Kondusif Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nabire, Merci Kegou, pada kesempatan yang sama juga berharap agar persoalan di Papua dan Papua Barat bisa disikapi dengan kepala dingin agar dapat terselesaikan dengan baik.  Dirinya atas nama wakil rakyat di kota yang dikenal kini sebagai kota emas, mengajak semua pihak dari berbagai denominasi yang ada di kabupaten ini untuk menjaga Nabire agar tetap aman dan kondusif. Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire, Socrates Sayori, juga berharap demikian.  Dalam penyampaiannya, Socrates mewakili LMA Nabire, mendukung TNI/Polri untuk menjaga agar Nabire senantiasa kondusif. Sebagai perwakilan masyarakat adat, ia berharap bisa membantu meredam permasalahan yang saat ini terjadi di Papua dan Papua Barat. Sebagai informasi, saat ini perwakilan Pemkab Nabire dan DPRD Nabire telah berada di Ibukota Provinsi Papua untuk mengantar aspirasi dari warga Nabire kepada Gubernur Papua, yang selanjutnya akan dibawa ke pusat.(wan)