NABIRE – Beri DPR Papua Tengah waktu seminggu segera, supaya Pencari Kerja (Pencaker) mendapatkan jawaban. DPRP mau 780 dan bukan 400 itu yang dengan tegas DPRP menolak. Negara membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB), bentuk Otonomi Khusus (Otsus) untuk menjadi tuan di tanah sendiri.

Hal tersebut dikatakan anggota DPRP Papua Tengah, Peter Worabay, dari Fraksi PDIP, Dapil Nabire, ketika menemui massa aksi dari Pencaker, Jum'at (31/01/2025) lalu di Kantor DPRP Papua Tengah, Jalan Pepera Nabire.

“Sepakat satu minggu kami kerja, dan kamu dengar pengumuman, dimulai dari hari Senin (3/2/2025) kami akan kerja,” tegasnya.

DPRP harus bijaksana terhadap pencaker atau yang mengikuti test SKB dan juga dengan yang lain mengikuti (test SKD), karena itu dirinya meminta kepada Kemenpan bahwa kalau bisa yang ngaku-ngaku diri sebagai non orang asli Papua (OAP) dan lahir besar di Papua, ditambah namanya masuk hari ini didalam daftar harus diverifikasi ulang.

“Kuota 80% itu tidak sampai 80%, kami mau 80% itu benar OAP, sedangkan yang terjadi bukan 80%, bahkan 60% dan ini tidak benar,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, harus memverifikasi dan memberikan waktu DPRP Bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan gubernur untuk verifikasi ulang. Verifikasi untuk siapa, verifikasi yang bukan untuk OAP tetapi melainkan untuk non-OAP, yang dibuktikan dengan ijazah, SD, SMP non OAP yang lahir besar di Papua.

Anggota DPRP lainnya, Yohanes Kaemong, dari Dapil 5 Mimika, Partai PKB, Selaku Wakil Ketua Komisi I DPRP Papua Tengah mengatakan, sangat mau Papua Tengah adalah harus OAP, dirinya sangat keras sampaikan kepada teman-teman meminta harus OAP dan fakta kemarin kalau 750 kita lihat anak-anak Papua yang masuk SKB ini hanya 400, dan dirinya punya data.

“Kita tidak mau 400 atau 300, berarti 500-san itu orang non Papua, padahal orang non Papua itu juga bukan asli besar bersama kami di sini, dan hari ini terjadi di Papua Tengah Nabire,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, DPRP mau yang kemarin SKD ditambah SKB, maka minimal 700 atau 800 PNS di Provinsi Papua Tengah dan orang asli Papua.(edi)