Selamatkan Generasi Muda, Pemuda Kristen se Nabire Gelar Seminar Sehari
NABIRE – Dalam rangka menyelamatkan generasi muda yang tersisa di tanah ini, akan bahaya Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba) Minuman Keras (Miras), HIV/ Aids dan penyakit masyarakat lainnya yang berkembali khususnya di Kabupaten Nabire dan di daerah Meepago, pengurus bir
Bagikan
NABIRE – Dalam rangka menyelamatkan generasi muda yang tersisa di tanah ini, akan bahaya Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba) Minuman Keras (Miras), HIV/ Aids dan penyakit masyarakat lainnya yang berkembali khususnya di Kabupaten Nabire dan di daerah Meepago, pengurus biro pemuda/pemudi Nabire secara ouikumene kaum muda se Kabupaten Nabire, Sabtu (9/10) kemarin menggelar seminar bertempat di Gereja Efata Karang Tumaritis.
Seminar sehari yang diikuti sekitar 70 peserta dan menghadirkan beberapa pemateri/narasumber diantaranya Yance Nawipa, Kepala Lapas Nabire dan Ketua DPD KNPI Nabire, Bung Norbert Mote ini menyoalkan beberapa hal yang perlu diselesaikan dan dibijaki secara bersama-sama guna menyelamatkan para generasi muda di daerah ini.
Ketua Panitia Yance Iyai, kepada media ini mengatakan, kegiatan seminar sehari ini diharapkan akan mendapatkan hasil positif dari sejumlah persoalan masalah sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, terkait Miras, Narkoba, penyakit HIV/Aids, TBC dan lainnya yang mengancam para generasi muda di daerah ini.
Seminar diselenggarakan oleh pengurus biro pemuda/pemudi Klasis Nabire secara Ouikumene Kaum Muda Kristen Kabupaten Nabire ini mengambil tema ‘Selamatkan yang Tersisa di Tanah ini (Koma 11:5)’. Selain seminar dari pihak panitia juga menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan di Taman Gizi, Minggu sore kemarin.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Norbert Mote dalam makalah seminar dan KKR Pemuda Kingkim Klasis Nabire mengangkat peran aktif pemuda gereja dalam OKP dan KNPI menyampaikan, pemuda selalu dijuluki sebagai tulang punggung bangsa, maka sudah sepantasnya pemuda mendapat prioritas dalam segala aspek kehidupan dan harus diberikan peluang yang luas guna mengembangkan diri kemasa depan yang lebih baik.
“Pemuda berperan aktif dalam segala aspek pembangunan nasional sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan,” terang Bung Norbert seraya menambahkan, dalam seminar ini harus dimaknai suatu jejaring kebersamaan dan menjadikan kesempatan membangun komitmen dari pemuda gereja terhadap realitas kepemudaan kaitannya dengan fenomena deklarasi moral dan juga terjadi adanya kecenderungan terjebak dalam paham eksklusfisme beragama.
Imbuhnya, sudah waktunya pemuda gereja menjalan kesepahaman gerak dan membangun misi sebagai gereja yang hidup untuk mengkritisi berbagai fenomena dalam hidup berbangsa dan tetap memelihara integrasi sosial dan politik dalam kerangka kesatuan bangsa. (wan)
Bagikan artikel ini



