NABIRE - Telah dijadwalkan pada awal tahun pelajaran 2025/2026, Sekolah Unggulan Berpola Asrama SMA Negeri Meepago Nabire akan membuka pendaftaran murid baru di dua lokasi yang berbeda.

Untuk itu, lokasi penerimaan murid baru yang pertama tetap dilaksanakan di lokasi lama eks gedung SMK Yashaki Kelurahan Kalibobo yang kini tempat aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SMAN Meepago, sementara lokasi pendaftaran murid baru yang kedua terletak di Balai Kampung Teluk Kimi Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.

Pendaftaran murid baru bagi sekolah unggulan berpola asrama SMA N Meepago Nabire ini, tentunya akan dimulai dari April hingga bulan Juni tahun 2025 ini. Dengan harapan pada awal tahun pelajaran 2025/2026 semua aktifitas KBM terlaksana di gedung baru SMAN Meepago yang terletak di Kampung Nusantara Kimi.

Demikian dikatakan Kepsek Sekolah Unggulan Berpola Asrama SMAN Meepago, Otopianus Tebay, S.Pd, kepada Papuapos Nabire via telepon genggamnya, seraya menambahkan, walaupun semua fasilitas meubeler belum lengkap, tetapi mulai awal tahun pelajaran 2025/2026 semua aktifitas KBM sudah di gedung baru.

Dimana, semua siswa/siswi yang baru mendaftarkan diri maupun siswa/siswi kelas II dan III semuanya sudah masuk dan tinggal di asrama, karena hingga saat ini akses jalan masuk ke sekolah belum selesai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Bukan saja akses jalan masuk yang belum selesai dikerjakan, ada juga dari 6 ruang kelas, hanya 2 kelas yang sudah lengkap meubelernya, sementara ada 4 ruang kelas yang sama sekali tidak ada meubeler, berupa kursi dan meja.

Selain 4 ruangan kelas yang tidak ada kursi dan meja ada juga ruangan perkantoran kepala sekolah dan dewan guru juga tidak ada meubeler, sehingga selaku kepala sekolah mengharapkan ada perhatian dari pemerintah kabupaten dan Pemprov Papua Tengah.

Dan jika tidak ada perhatian, sudah dipastikan ada 4 ruangan kelas yang akan digunakan pada awal tahun pelajaran para murid menerima pelajaran atau belajar di atas lantai, karena tidak ada meubeler kursi dan meja.

Ketika ditanya soal upaya lobi kepala sekolah soal adanya kekurangan-kekurangan di sekolah, dirinya mengatakan, upaya bukan baru dilakukan, tetapi sudah pada beberapa tahun silam dan saat ini pihak sekolah terus melobi dan mengajukan proposal permohonan bantuan ke pemerintah kabupaten maupun Pemprov Provinsi Papua Tengah.(des)