Sekolah Berpola Asrama untuk Papua dan Papua Barat
NABIRE - Menteri BAPPENAS Republik Indonesia Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, SE,M,UP,.PH,D meresmikan sekolah berpola asrama d
Bagikan
NABIRE - Menteri BAPPENAS Republik Indonesia Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, SE,M,UP,.PH,D meresmikan sekolah berpola asrama dan kurikulum terintegrasi provinsi Papua dua SMA, yaitu pertama SMAN 3 Jayapura dan kedua SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, Kamis (8/8) bertempat di aula SMA YPPK Adhi Luhur Kolose Le Cacq d’ Arrmandville Nabire.Pantauan di lapangan Romo Tito S.J dalam sambutannya menyampaikan sekolah berpola asrama dan kurikulum terintegrasi merupakan inovasi dari para professor asal Indonesia di Amerika yang memiliki kepeduliaan tinggi untuk meningkatkan pendidikan di Papua.Dikatakan Romo Tito, program ini dimaksudkan agar waktu pembelajaran para siswa bisa diperpendek tanpa mengurangi kualitas, sehingga anak didik akan memiliki lebih banyak waktu untuk pengembangan diri dan agar bisa mengejar ketertinggalan dari para siswa diluar Papua. Kelas terintegrasi yang dimaksud disini adalah pengambungan dua mata pelajaran atau lebih, baik serumpun maupun berbeda agar waktu temu muka murid dan guru bisa dipersingkat tanpa mengurangi kualitas. Sekolah berpola asrama adalah Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya agar para siswa bisa mengambil manfaat optimal dari semua program terintgrasi, maka sekolah mewajibkan anak-anak didiknya untuk tinggal di asrama.Kehidupan asrama para siswa memiliki waktu 60% di asrama dan 40% di sekolah. Katanya, karena lebih banyak waktu berada di asrama, maka pendampingan dilakukan lebih intensif untuk dua fokus penekanan pendidikan karakter dan penetaraan kemampuan akademik. Lima nilai berikut ini secara bertahap dan berkelanjutan kami integrasikan dalam seluruh program yang mencakup 4 bidang akademik, ekstrakulikuler, laboratorium dan kehidupan di asrama, yakni kompetensi, suara hati yang benar, belas kasih, kehidupan rohani bagi semua pemeluk agama dan kepemimpinan. Selanjutnya, kegiatan pembinaan khusus antara lain sebagai berikut, pertama latihan berternak ikan, babi dan sapi. Kedua latihan berkebun tanam sayuran, pisang, ubi, cabe dan tanaman bunga. Ketiga latihan kepemimpinan musti mulai dari kepemimpinan diri sendiri. Keempat penambahan bimbingan belajar pada malam hari sebanyak tiga kali seminggu untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, Komputer, Sosiologi. Dan kelima konseling dan bimbingan pribadi.Dan seusai kegiatan meresmikan sekolah berpola asrama dan kurikulum terintegrasi akan dilaksanakan tanda tangan prasakti bersama, kemudian dilanjudkan dengan foto bersama lalu dari pihak sekolah memberikan kenang-kenangan kepada Menteri PPN dengan pemberian noken anggrek dan juga dari Bappenas berikan bantuan beasiswa kepada SMA yang bersangkutan.(modes)
Bagikan artikel ini



