NABIRE - Sebelum membacakan sambutan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, Plt. Sekda Nabire, Herman Kayame, ST, MT menyampaikan tiga hal  kepada Apratur Sipil Negara (ASN), Senin (4/4/22), saat apel bersama di halaman kantor Bupati Nabire.  

Plt. Sekda mengharapkan agar pimpinan OPD lebih dulu masuk kantor, demikian juga bawahan mempunyai kesadaran diri yang tinggi. Wajib menyampaikan laporan kepada pimpinan pada apel pagi maupun apel siang.

Dikatakan, ada 3 hal yang akan dilakukan oleh Plt. Sekda Nabire. Antara lain, soal kedisiplinan ASN.  Untuk itu dirinya mengajak seluruh ASN yang ada di Nabire agar setiap hari rajin ikut apel pagi dan siang dan efektif kerja harus rajin bangun pagi. 

“Soal disiplin pegawai, saya minta kita setiap hari bangun pagi mandi, berdoa, pakai pakaian dinas lengkap datang pagi ke kantor ikut apel pagi absen lalu yang punya aktivitas di kantor silakan yang di luar apa yang dilakukan silahkan, tapi sore waktu pulang datang lagi ikut apel absen lagi, kita tunjukkan disiplin pegawai kita,” tuturnya.

Mulai tanggal 1 April 2022 di lingkungan Setda Nabire sudah dibiasakan menggunakan absen sidik jari, namun absen manual juga tetap berjalan karena absen sidik jari ini butuh proses.

“Kita punya data input kedalam di situ karena saya yakin satu bulan pertama ini ada yang datang ada pula yang tidak dating. Ada yang tidak tahu tolong beritahu kepada mereka juga semua OPD masing-masing wajib dilakukan absen sidik jari. Saya minta disiplin itu timbul diri kita masing-masing yang pertama pada pimpinan, pimpinan yang menunjukkan disiplin pada bawahan,” ujarnya. 

Hal kedua, lanjut Sekda Nabire, soal administrasi pegawai. Dirinya mengharapkan pihak kepegawaian untuk memasukan data pegawai yang ada di daerah ini mulai dari CPNS hingga pimpinan. Kata dia, pihak kepegawaian mempunyai tugas kenaikan berkala, kenaikan pangkat, pengusulan pensiun, melakukan mutasi.  

Yang ketiga lanjutnya, soal Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kata Sekda, kita lihat sama-sama, kita punya insentif, honor dan lain sebagainya tuntut tapi uang kemana kita malas tahu. 

“Dana DAU kita gaji habis dari pegawai 4.000 lebih ini dikalikan saja per pegawai 3 juta habis di operasional kantor. Dana Otsus diperuntukkan bagi orang asli Papua, tapi disana habis. Karena tidak berhasil maka dana APBD kecil yang kita kelola tidak cukup. PAD 30 milyar itu kecil karena Kabupaten Nabire adalah kabupaten tertua dan induk tapi PADnya begitu kecil,” ujarnya. (modes)