Sebentar Lagi Pasar Mama-mama Papua di Nabire Akan Dibangun
NABIRE – Sebentar lagi, sekitar bulan September 2022, Pasar Mama-mama Papua akan mulai dibangun di lokasi eks kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paniai di Oyehe, Nabire. Proses lelang sudah dimulai sejak 8 Agustus 2022 sore. Pemenang tender akan memulai kegiatan pembangunan sekitar September mendatang.

NABIRE – Sebentar lagi, sekitar bulan September 2022, Pasar Mama-mama Papua akan mulai dibangun di lokasi eks kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paniai di Oyehe, Nabire. Proses lelang sudah dimulai sejak 8 Agustus 2022 sore. Pemenang tender akan memulai kegiatan pembangunan sekitar September mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire, Yeremias Anou saat dikonfirmasi soal realisasi rencana pembangunan Pasar Mama-mama Papua di ruang kerjanya, Selasa (8/8) mengatakan, untuk memulai kegiatan pembangunannya, kemarin sore (Senin, 8/8) Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Nabire sudah mulai melakukan proses lelang melalui online. Proses lelang pekerjaan melalui UKPBJ, tidak melalui Dinas Perdagangan dan lelangnya lewat onlne.
Anou menambahkan, apabila sudah ada pemenang tender, Dinas Perdagangan akan menyiapkan kebutuhan administrasi agar pemenang tender bisa memulai kegiatan pembangunan fisik.
Menjawab pertanyaan, target memulai pekerjaan pembangunan pasar Mama-mama Papua di Oyehe, Anou mengatakan paling tidak bulan September, pemenang tender bisa memulai pekerjaannya. Sebab, ketika ada pengumuman pemenang tender, Dinas Perdagangan akan menyiapkan berkas administrasi yang berkaitan dengan proyek. “Kita akan membantu menyiapkan sejumlah berkas, termasuk pembayaran uang muka supaya pemenang tender bisa memulai pekerjaan,” jelasnya.
Menurut rencana awal, Dinas Perdagangan merencanakan Pasar Mama-mama Papua di Oyehe, gedung berlantai dua. Karena selain menampung penjual noken di Oyehe dan penjual sirih-pinang, di lokasi itu juga akan menyediakan tempat bagi petani mama-mama Papua untuk menjual hasil kebunnya.
Pasar Mama-mama Papua ini sudah dirindukan lama oleh penjual noken dan sirih pinang yang selama ini menjajakan dagangannya agar lokasi khusus dan nyaman. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire juga menyuarakan aspirasi masyarakat tersebut melalui sidang di dewan. DPRD Nabire melalui beberapa kali sidang mengusulkan agar pemerintah menyediakan lokasi penampungan bagi mama-mama penjual noken di Oyehe. Pemerintah hanya berjanji akan dibangunan pasar bagi mama-mama papua di lokasi eks kantor DPR Paniai di Oyehe.
Sekalipun ada aspirasi langsung dari masyarakat dan disuarakan melalui perwakilan rakyat di lembaga legislatif, selama ini juga belum terwujud. Pemerintah hanya janji dan tinggal janji. Pemerintah Kabupaten Nabire menjanjikan akan membangun pasar mama-mama Papua di lokasi terbakarnya Kantor DPRD Paniai di Oyehe (sebelum mekarkan dua kabupaten lain di bagian pedalaman –red) tanpa tindaklanjut.
Malah belakangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire memanfaatkan lahan kosong tersebut sebagai lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS), setelah membongkar bak-bak sampah di pasar dan beberapa titik di pinggir jalan yang dibangun dengan dana yang tidak sedikit demi menanggulangi sampah berserakan di tengah kota Nabire. (ans)
Bagikan artikel ini



