Sebelum Pelajar SD Inpres 02 Bumi Mulia Divaksin, Diawali Sosialisasi
NABIRE - Sebelum pelajar SD Inpres 02 Bumi Mulia menerima vaksin, pihak sekolah melakukan sosialisasi terhadap orang tua wali murid. Setidaknya ada dua agenda penting, yakni keadaan sekolah dan keadaan perhatian dari orang tua kepada anak. Yang kedua, sosialisasi vaksin dari kesehatan kepada anak-anak sekolah disampaikan kepada orang tua wali murit.

NABIRE - Sebelum pelajar SD Inpres 02 Bumi Mulia menerima vaksin, pihak sekolah melakukan sosialisasi terhadap orang tua wali murid. Setidaknya ada dua agenda penting, yakni keadaan sekolah dan keadaan perhatian dari orang tua kepada anak. Yang kedua, sosialisasi vaksin dari kesehatan kepada anak-anak sekolah disampaikan kepada orang tua wali murit.
Demikian disampaikan Kepsek SD Inpres 02 Bumi Mulia SPC, Kadir, S.Pd.I, Sabtu (22/1/22) di ruang pertemuan sekolah.
Kadir menyampaikan terima kasih atas bantuan orang tua wali murid. Dirinya menambahkan, masih ada program kerja selanjutnya.
“Tadi malam saya kordinasi dengan ketua komite sekolah supaya anak-anak kita ini aman untuk jajan. Untuk sementara ini dari rumah yang bawa datang di sekolah. Oleh karena itu program pemerintah kemarin edarkan intinya akan lomba vaksin nanti diadakan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, program kerja timbun halaman sekolah yang dilakukan berkoordinasi dengan ketua komite untuk mengumpulkan orang tua wali murid untuk mengumpulkan sumbangan.
“Saya mengharapkan untuk anak-anak kita bahwa setelah semester kedua ini tidak ada yang bolos. Bapak ibu mendorong anak-anak kita ke sekolah, ketika tidak ada hal yang penting yang sangat mendesak anak-anak kita diusahakan ke sekolah tiap hari. Saya sampaikan kepada guru-guru, saatnya anak-anak ini dapat diperhatikan,” ujarnya.
Dirinya bersyukur dengan adanya buku pekerjaan rumah. Buku pekerjaan rumah yang diberikan dari sekolah kepada ini dijadikan pelajaran yang baik.
“Mohon kepada bapak ibu karena bukunya kami sudah pesan hanya capuran kemarin kelas V anak dengan Bahasa Inggris. Kelas III dan kelas IV itu saja yang kurang, bukan kami tidak mampu, kami mau ingin beli semua yang khusus agama Kristen tidak ada buku agama sementara maka saya sampaikan kepada guru bersangkutan cari took buku kalau ada kita beli untuk anak-anak jadi tidak ada anak diistimewakan. Bapak ibu berpikir bahwa kenapa buka agama Islam ada tapi kenapa buku agama Kristen tidak ada ? Memang sementara buku yang tidak ada jadi kalau ada nanti tetap kami akan beli. Di sekolah tidak ada diskriminasi, jadi semua anak hak dan kewajiban di sekolah semua sama,” paparnya.
Terkait dengan pemberian vaksin, kata dia, dari tenaga kesehatan datang memberikan vaksin kepada anak-anak yang dilaksanakan di Aula Distrik Wanggar, Selasa (22/1/22) pukul 09.00 WIT. Pihak sekolah menyampaikan informasi kepada pihak orang tua wali murid sebelum memulai kegiatan vaksin karena beda pendapat diantara kita.
“Maka dari pihak orang tua wali murid anak-anak kita diikutkan vaksin atau tidak diikutkan itu semua kembali kepada orang tua wali murid. Hanya kami pihak sekolah punya hak sampaikan informasi itu saja. Pihak sekolah dalam hal guru-guru tidak memaksa, tapi untuk keperluan kebutuhan sekolah anak-anak selanjutnya akan dilihat dari hasil vaksin itu. Kami pihak sekolah tidak berhak mengambil kebijakan sendiri, tapi semua kembali kepada orang tua,” kata Kadir. (modes)
Bagikan artikel ini



