Sebanyak 14 Pelajar PMR Wira SMAN 1 Pengambilan Slayer
NABIRE - Telah dilakukan pengambilan slayer Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira SMA Negeri 1 Nabire. Dimana total siswa-siswi tersebut berjumlah 14 orang, dan tujuan dari pengambilan slayer itu agar meningkatkan kualitas anggota dalam penguasaan materi serta meningkatkan lagi tingkat lanjutan kedepannya, bertempat di ruangan Guru Sekolah SMAN 1 Nabire, Sabtu (24/08/2024).

NABIRE - Telah dilakukan pengambilan slayer Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira SMA Negeri 1 Nabire. Dimana total siswa-siswi tersebut berjumlah 14 orang, dan tujuan dari pengambilan slayer itu agar meningkatkan kualitas anggota dalam penguasaan materi serta meningkatkan lagi tingkat lanjutan kedepannya, bertempat di ruangan Guru Sekolah SMAN 1 Nabire, Sabtu (24/08/2024).
Dikatakan Pendamping PMR Wira SMAN 1 Nabire, Iriani Paressa Patola, S.Pd, saat ini siswa-siswi yang melakukan pengambilan slayer berjumlah 14 orang, 13 perempuan, 1 laki-laki, Sabtu sekitar pukul 15.00 WIT.
"Tujuan pengambilan slayer ini untuk mendapatkan tanda pengenal secara resmi, bagi peserta yang sudah mengikuti kegiatan dari awal, sehingga mereka boleh mendapatkan tanda pengenal resmi, dan selanjutnya merupakan hasil dari sebuah materi yang mereka sudah pelajari," ucapnya.
Tambahnya, tujuan dari pengambilan slayer juga, meningkatkan kualitas anggota dalam penguasaan materi serta meningkatkan lagi tingkat lanjutan ke depannya.
Tahun ajaran baru sudah berlangsung dan untuk sosialisasi ekskul PMR Wira SMAN 1 Nabire, bagi siswa baru dan sudah 2 kali pertemuan sekitar 35 orang dan mungkin masih ada lagi yang akan bertambah, dimana 35 ini terdiri dari 3 laki-laki dan 32 perempuan.
"Semoga kedepannya nanti, setelah 2 kali pertemuan ini mungkin ada penambahan lagi supaya, lebih ditingkatkan terutama dalam bidang PMR ini," katanya.
Tegasnya, untuk diketahui PMR di tingkat sekolah SMA atau Wira merupakan kegiatan yang meningkatkan, tanggung jawab terutama dalam bentuk memberikan pertolongan pertama kepada sesama teman dan memberikan bantuan sosial dan sebagainya.
Pengambilan slayer pada hari ini adalah angkatan 17, diawal beranggotakan sekitar 35 orang, tapi ternyata yang berhasil hanya 14 orang untuk pengambilan slayer, kembali kepada diri masing-masing peserta murid.
"Saya selalu memberikan dukungan support supaya, mereka selalu rajin datang untuk latihan, namun kembali lagi kepada anak-anak tersebut, apakah mereka dengan senang hati dan sukarela, untuk datang latihan dan mengikuti kegiatan ekskul yang sudah mereka pilih," ujarnya.
Tidak ada paksaan dan itu semua dari kesadaran diri dan kita guru tidak bisa memaksa, apalagi inikan kurikulum merdeka jadi mereka memilih bakat dan minat mereka sendiri.(edi)
Bagikan artikel ini



