Sebanyak 26 Siswa SMAK Katolik Aweidabi Terima Sertifikat dari Kementerian Pendidikan

DEIYAI- Para siswa kelas III IPA dan IPS, di SMAK Katolik Aweidabi Deiyai, yakni sebanyak 26 siswa, pada 3 September 2025 lalu, telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa secara online.
Pelaksanaan TKA bagi siswa ini berdasarkan Permendikdasmen nomor 9 tahun 2025 tentang Pelaksanaan TKA bagi Siswa.
Kebijakan Kementerian Pendidikan tentang pelaksanaan TKA ini telah diberlakukan secara resmi di seluruh Indonesia, pada bulan Juni 2025 lalu.
Penerapan pelaksanaan kegiatan TKA merupakan sebuah langkah strategis dari Kementerian Pendidikan sebagai sebuah langkah dalam pengujian kemampuan akademik bagi para siswa terhadap penguasaan materi pelajaran yang diterima di sekolahnya.
Pelaksanaan tes TKA yang diselenggarakan dari Kementerian Pendidikan tingkat nasional secara online tersebut telah diikuti tes TKA sebanyak 26 siswa SMAK Katolik Aweudabi.
Para siswa telah mengikuti materi tes sebanyak tiga mata pelajaran, di antaranya, Matematika, Bahasa Ingggris, Bahasa Indonesia, selama dua hari.
Tes TKA yang diikuti para siswa SMAK Aweidabi, tak sia-sia dan telah menuai prestasi yang cukup memuaskan bagi siswa sendiri, guru dan orang tuanya.
Dalam pelaksanaan tes TKA, para siswa SMAK Aweidabi telah memperoleh nilai yang cukup memuaskan, sehingga pada pekan lalu di bulan Januari 2026 sebanyak 26 siswa telah menerima sertifikat TKA tingkat nasional, yang telah diikuti secara online.
Proses penerimaan sertifikat TKA dari Kementerian Pendidikan berlangsung di SMAK Aweidabi di Waghete, Deiyai, Provinsi Papua Tengah. Sertifikat TKA yang diberikan ini merupakan satu ajang dan kompotensi siswa sangat penting dan terbantu dalam penyeleksian jalur prestasi bagi siswa untuk masuk di perguruan tinggi.
"Pelaksanaan tes TKA ini, sebuah kebijakan baru yang diberlakukan dari Kementarian Pendidikan secara nasional dan salah satu tujuan, satu langkah maju dalam menguji kemampuan siswa, terhadap penguasaan materi pelajaran salah satu perguruan Tinggi. Sehingga selaku pimpinan sekolah, telah menyambut dengan baik kebijakan dari kementerian pendidikan yang telah diberlakukan di seluruh Indonesia," Kata Kepala sekolah SMAK Katolik Aweidabi, Deiyai, Anton Badii, kepada media ini kemarin.
Dia juga mengapresiasi kepada siswanya atas pretasi yang diraih. Karena melalui tes TKA ini, akan menjadi satu penilaian siswa dalam menempuh pendidikan di bangku SLTA ini.
"Lewat tes ini, orang kementerian tahu kemampuan akademik para siswa saat ini dan lewat tes kompotensi ini juga para siswa menunjukan kebolehan mereka dalam pemahaman pengetahuan di sekolahnya," katanya.
Dirinya selaku pimpinan sekolah juga merasa bangga atas prestasi yang di peroleh melalui tes TKA secara online, yang telah ikutinya.
"Sertifikat yang diterima ini akan menjadi sebuah syarat dalam mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri. Sehingga, para siswa ini, mengikuti tes seleksi SPMB akan dipertimbangkan dengan sertifikat yang diterimanya dalam jalur prestasi masuk di perguruan tinggi," katanya.
Sementara itu, salah seorang staf sekretariat sekolah SMAK Aweidabi, Marselus Bukega, S.T, menambahkan, kegiatan tes TKA seperti ini pasti ada di tahun-tahun mendatang, tergantung kebijakan dan program dari kementerian pendidikan.
"Kami hanya membantu memfasilitasi dalam proses pelaksanaan tes TKA ini, ke depan pun akan siap memfasilitasi dalam proses pelaksanaan tes TKA tersebut," katanya.(hbb)
Bagikan artikel ini



