NABIRE – Alokasi bantuan social (Bansos) tunai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos RI untuk Kabupaten Nabire sebanyak 1.925 KK. Besaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp. 600.000, dengan total dana yang akan masuk nantinya Rp. 1.155.000.000. Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Ishak, SE. Dijelaskan Ishak, realisasi hingga Rabu (29/4), melalui Kantor Pos sebanyak 287 KK dengan nilai pagu yang sudah masuk Rp. 172.200.000, melalui BRI sebanyak 48 KK dengan pagu yang sudah masuk Rp. 28.800.000. Sementara itu, yang belum terealisasi BLT dari total 1.925 KK sebanyak 1.590 KK. Alasannya, karena dana ini digulirkan secara bersamaan seluruh Indonesia. Sehingga menunggu waktu untuk masuknya dana tersebut. “Total dana yang belum diterima dari rekening masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 954.000.000 rupiah” katanya. Ditanya sumber dana lainnya, jelas Ishak, dari APBD Kbaupaten Nabire yang direncanakan untuk program Sembako sebanyak Rp. 9.000.000.000. Nilai ini akan distribusikan ke 9 kelurahan, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Asuhan, 1 paket sembako nilainya Rp. 600.000. “Dengan dana sebesar 9.000.000.000 rupiah itu bisa dapat 15.000 paket yang akan kami distribusikan selama 3 bulan tiap bulan 5.000 paket dan 500 paket/bulan untuk LKSA dan Panti Asuhan,” imbuhnya. Untuk 9 kelurahan, kata Ishak, pihaknya akan siapkan 4.500 paket, untuk DTKS sebanyak 2.774 KK per paket, untuk Non DTKS sebanyak 1.726 KK. Non DTKS masyarakat yang terdampak tetapi bukan kelurga miskin. Misalnya seperti pekerja harian ini ikut dipikirkan.  “Tergantung lurahnya nanti bagaimana cara membagi dan memprioritaskan masyarakat mana yang terdampak,” terangnya. Lanjut Ishak, untuk kampung-kampung sudah dibiayai melalui dana desa untuk penyaluran BLT. Sedangkan untuk bantuan Sembako perkampung pihaknya siapkan dari cadangan beras pemerintah sebanyak 100 ton. “Ini kami akan membackup lagi untuk daerah zona merah sebanyak 1 ton tiap kampung yang terdampak langsung,” katanya. (ist)