NABIRE – Sebagian masyarakat dari Meepago melaksanakan aksi demo damai ke Tim Seleksi (Timsel) Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) Provinsi Papua, Rabu (31/5) lalu untuk mempertanyakan dua versi keputusan Timsel tentang pengumuman 10 besar calon anggota Bawaslu Provinsi Papua tengah. Mesyarakat pendemo diterima Sekrataris Timsel Bawaslu Papua Tengah (PT) karena ketua dan anggota Timsel tidak berada di tempat.

Masyarakat melakukan aksi demo damai ke Timsel Bawaslu untuk mempertanyakan dua versi keputusan Timsel yang terdapat perbedaan yang cukup menyolok. Peserta aksi demo juga mempertanyakan keterwakilan perempuan 30 persen yang diamanatkan di dalamnya.

Sebab, sesuai pengumuman Hasil tes kesehatan dan tes wawancara calon anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah nomor 051/TIMSEL BAWASLU/PT/05/2023 tertanggal 27 Mei 2023, Ance Boma dinyatakan lulus dengan dan ditetapkan calon anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah. Tetapi dalam pengumuman hasil tes kesehatan dan tes wawancara calon anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah dengan nomor 063/TIMSEL-Bawaslu/PT/05/2023 tertanggal 29 Mei 2023, tidak nama Ance Boma. 

Calon anggota Bawaslu Provnsi Papua Tengah, Ance Boma merupakan satu-satunya unsur keterwakilan perempuan, menjawab 30 persen keterwakilan unsur perempuan tetapi dalam pengumuman terakhir, Timsel tidak mengakomodir unsur keterwakilan perempuan di dalam calon aanggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah.

Sebab itu, masyarakat yang melakukan aksi demo damai mempertanyakan dimanakah keterwakilan unsur perempuan didalam merekrut calon anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah.

Peserta demo damai kesal karena Timsel Bawaslu tidak ada di tempat. Peserta tidak mau jika hanya dilaporkan melalui media online tetapi meminta agar Timsel kembali menjelaskan alasan tidak adanya unsur perempuan di dalam penetapan calon anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah dan menjelaskan alasan adanya dua keputusan yang berbeda. (ans)