SD Negeri 03 Nabire Lepas 76 Siswa, Teguhkan Langkah Menuju SMP

NABIRE – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara ‘Lepas Beranjak’ siswa-siswi Kelas VI SD Negeri 03 Nabire Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan pelepasan berlangsung khidmat dan meriah di Gedung Olahraga Nabire, Sabtu (30/05/2026).
Mengusung tema ‘Gizi Cukup Kuatkan Tubuh, Penuh Ilmu Tuk Meraih Masa Depan dan Cita-cita’, acara ini menjadi simbol berakhirnya masa pendidikan dasar selama enam tahun bagi 76 siswa, terdiri dari 34 putra dan 42 putri.
Kepala SD Negeri 03 Nabire, Irianti Hasyim, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para siswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran. Sepanjang tahun ini, mereka mengikuti Tes Kemampuan Akademik pada 20–23 April 2026 yang hasilnya telah diumumkan 26 Mei, serta Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) pada 4–7 Mei 2026 dengan hasil akan diumumkan 2 Juni mendatang.
“Enam tahun lalu ananda datang dengan langkah kecil memasuki gerbang sekolah ini. Kini ananda tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani, disiplin dan mandiri. Pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru. Teruslah menuntut ilmu dan melangkah ke jenjang SMP atau sederajat untuk menggapai cita-cita,” pesannya.

Irianti juga menyampaikan permohonan maaf kepada peserta didik dan orang tua atas segala keterbatasan selama proses pendidikan. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama enam tahun.
Di tempat yang sama, Pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Afrida Pamangin, S.Pd., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, memberikan apresiasi kepada para guru. Ia menekankan bahwa guru memiliki dua amanah penting, yakni mentransfer ilmu pengetahuan sekaligus membentuk akhlak dan karakter peserta didik.
“Anak-anak ibarat lembaran putih. Dengan ilmu dan bimbingan guru, mereka beranjak dari tidak tahu menjadi mengerti. Namun tugas guru tidak berhenti di situ. Guru juga mendidik agar anak tumbuh beradab, berhati nurani, dan berakhlak mulia. Kecerdasan tanpa karakter belum cukup,” jelasnya.

Afrida mengingatkan pendidikan utama dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci tumbuhnya generasi yang berilmu dan berbudi pekerti luhur.
“Lulus SD adalah fondasi awal. Perjalanan menuju cita-cita masih panjang dan menuntut semangat belajar yang tidak pernah padam,” tutupnya. (amd)
Bagikan artikel ini



