NABIRE - Telah kita ketahui bahwa pada tanggal 5 Desember 2019 telah dilakukan pergantian jabatan kepala sekolah SD/Mi yang ada di Kabupaten Nabire dan pelantikan sejumlah kepala sekolah ini langsung dilakukan oleh Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP dan dari hasil pelantikan itu sejumlah kepala SD/Mi kini sudah melaksanakan tugas di tempat yang baru. Begitu pula kepala SD Inpres Kalibobo yang kini dijabat Yesaya Waroi, S.Pd, dimana pada program awal bulan Januari ini lebih memusatkan perhatian pada program peningkatan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) guna meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan bagi peserta didik yang dimulai dari kelas I hingga kelas VI. Untuk meningkatkan mutu dan kwalitas tersebut, dirinya selaku kepala SD Inpres Kalibobo menerapkan aturan absensi bagi semua dewan guru, dimana semua guru wajib menandatangani absen pada pagi hari dan siang hari saat jam pulang sekolah. Dikatakan Kepala SD Inpres Kalibobo Nabire Yesaya Waroi, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Rabu (29/1), di ruang kerjanya, selain program peningkatan mutu dan kwalitas, juga dilakukan program pemutahiran data guru dan murid serta program peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Dimana, untuk program peningkatan sarana dan prasaran itu lebih diprioritaskan pada kelanjutan pembangunan pagar sekolah agar murid tidak berkeliaran keluar masuk, tetapi semuanya bisa rasa aman dan dapat mengikuti proses belajar mengajar di hari?ari efektif belajar sesuai kalender pendidikan. Sebab hingga bulan Januari 2020 ini berdasarkan data Dapodik, SD Inpres Kalibobo memiliki jumlah murid sebanyak 450 orang, sementara jumlah tenaga pengajar (guru) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 10 orang dan guru honor sebanyak 16 orang, dengan demikian dari jumlah murid yang banyak ini membutuhkan pengawasan yang sangat ketat. Dan untuk menjalankan semua tugas dan tanggung jawab ini, tentunya dirinya membutuhkan masukan dari semua dewan guru juga dari pihak orang tua murid melalui pengurus komite, sebab dengan adanya dukungan dan perhatian semua pihak dipastikan ada perubahan bagi dunia pendidikan.(des)