NABIRE - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Setda Nabire terpaksa membongkar secara paksa beberapa kandang babi di Bumiwonorejo sekitar aeral pekuburan pinggiran jalan raya utama, yang diduga sebagai tepat berjualan babi oleh sejumlah warga yang bukan masyarakat masyarakat Kabupaten Nabire, karena pemerintah daerah sudah serahkan tempat bagi mereka. Demikian diungkap Kasat Pol PP Kabupaten Nabire, Stev Liatpasen di halaman kantor Bupati Nabire, Kamis(5/4) kemarin.Dikatakan Stev, terkait dengan penjualan babi di Bumiwonorejo belakang kuburan dipinggiran jalan raya utama ini kami selaku Pol PP punya tugas untuk memberitahukan sejak awal dilaksanakan sosialisasi kepada mereka. Lalu telah disampaikan dan diberikan waktu selama dua minggu untuk memindahkan tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah karena disitu sudah lengkap semua ada tempat rumah tinggal, lampu dan air dan dari jalan raya ke tempat berjualan babi juga tidak jauh sekitar 50 kilo dari jalan ke tempat tersebut.“Pemerintah kasih tempat itu digunakan baik bukan berjualan di pinggiran jalan raya lagi, karena jalan raya ini dibutuhkan semua orang yang ada di Nabire maupun yang diluar dari kota Nabire sepertinya masyarakat Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya dan juga ini merupakan sarana bagi kepentingan umum bukan lagi kepentingan golongan atau pribadi,” jelasnya.Dan juga bagi mama-mama Nabire, yang berjualan noken di pinggiran jalan raya sepertinya di depan Taman Gizi Oyehe dan sekitarnya, itu pemerintah  daerah sedang berupaya tempat berjualan bagi mama-mama sehingga nantinya ada tempat itu tidak diperbolehkan jual di pinggiran jalan raya lagi, namun tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah disitulah dijual bagi mama-mama,” harap Kasat.Tambahnya, kami punya tugas menegakkan aturan menjaga kenyamanan kita bersama di daerah ini agar daerah ini tetap aman, nyaman dan dapat terlaksana keindahan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, supaya dapat terjadi semua orang disenangi dan gembira. “Mohon dipahami baik pembuangan sampah-sampah yang dilakukan sore harinya dan pagi sekitar jam 4, 5 dan 6 subuh itu disadari pikiran secara dewasa yang baik karena kita ini bukan tidak punya pikiran lagi tapi bagaimana menjaga kenyamanan yang baik itu,” pungkasnya.(modes)