Sambut Perayaan Hari Raya, Waspadai Kenaikan Harga Sembako
NABIRE – Masyarakat Nabire menyarankan kepada pemerintah kabupaten Nabire harus mewaspadai gejolak harga yang terjadi saat sambu
Bagikan
NABIRE – Masyarakat Nabire menyarankan kepada pemerintah kabupaten Nabire harus
mewaspadai gejolak harga yang terjadi saat sambut hari perayaan hari besar
(raya) dan akhir tahun. Untuk bahan pokok mulai menunjukkan gejala kenaikan
secara bertahap. “Saya melihat setiap hari ada kenaikan bahan pokok sejak bulan lalu, terutama cabai, bawang
merah, kul (gubis), cabe merah, beras, telur dan masih banyak yang lainnya.
Kini mulai merangkat naik secara bertahap. Terhitung sebelumnya bulan November
harga bahan pokok kini mulai naik,”. Demikian yang dikatakan warga saat membeli
sayur dan bawang merah, Senin (20/11). Pantauan media ini dan dari data hasil yang diperoleh, harga cabe sebelumnya Rp.25.000
setengah kilo, dan sekarang sudah naik menjadi Rp.35.000 per 1/2 kilo. Nah ni
contoh kecil seperti cabe sudah menaikan harga, jika kenaikan maka yang lainnya
akan mengalami kenaikan juga. Warga menilai, kenaikan harga bisa naik terus menerus jika pemerintah tidak melakukan sejumlah
pencegahan. Ia meminta pemerintah mengantisipasi permintaan pasar dengan baik
sehingga akan mencegah harga melambung. “Biasanya memang kalau ada perayaan hari besar, permintaan sering turun ke lapangan. Biar harga
tidak naik, gampang. Sediakan saja penawaran pasar (barang) dengan cukup, harga
tidak akan naik,” katanya. Lanjutnya sumber ini lagi, beberapa hal yang bisa menghambat stok bahan kebutuhan pokok yakni
distribusi dan pelonggaran pengawasan pemerintah. “Pengawasan pemerintah
diharapkan bisa menghambat oknum menimbun stok dan memicu harga naik,”
sarannya. Dan saat permintaan memuncak seperti akhir jelang perayaan sebaiknya ada tim khusus
meninjau pasar-pasar. Karena apa, di pasar yang ada di Nabire banyak
temuan-temuan pedang yang kurang sehat saat menjual, bahkan harga pun
berbeda-beda. Anwar, pedagang di pasar yang ada di Nabire mengatakan, kenaikan harga cabe merah misalnya
diakibatkan karena pasokan barang dari petani lokal rendah sepekan terakhir.
“Sudah sejak sepekan terakhir ini harga cabe naik. Hal itu disebabkan
ketersedian barang dalam jumlah yang sedikit dan permintaan lumayan tinggi,”
ujar Anwar. Meskipun harga naik, persediaan cabe merah masih memenuhi permintaan pasar. Saat memasuki atau
mendekati perayaan, pasokan cabe merah dari petani lokal di Nabire sangat
menurun namun permintaan pasar cukup tinggi mencapai ratusan kilogram setiap
perharinya. Jika petani lokal mampu menyuplai cabe secara terus-menerus maka harga cabe dan lainnya pasti
bisa murah. “Dan kami ingatkan kepada pemerintah harus lebih jelih terhadap
oknum-oknum yang suplai ke para pedagang. Jika tidak dikontrol maka banyak
permainan yang dilakukan oknum tersebut,” imbuhnya.(ris)
Bagikan artikel ini



