Sahabat 06 Meepago Gelar Syukuran Nataru di Pantai Kibito

NABIRE - Semangat kebersamaan menyelimuti momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang digelar oleh Komunitas Sahabat 06 Meepago. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026), bertempat di Pantai Kibito, Jalan Boratei, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya sepanjang tahun yang lalu. Selain sebagai ibadah syukur, momen ini dimanfaatkan para anggota untuk saling mengenal lebih dekat dan mempererat tali silaturahmi antar sesama alumni angkatan tahun 2006 di wilayah Meepago.
Ketua Panitia Perayaan Nataru, Yance Kotouki, menerangkan esensi utama dari pertemuan ini adalah membangun kembali rasa persaudaraan. Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, hubungan antar sahabat angkatan diharapkan semakin solid dan harmonis di masa depan.
Dalam perayaan kali ini, panitia mengusung tema besar ‘Yesus lahir untuk mendamaikan keluarga, sahabat dan kerabat’. Tema ini dipilih sebagai pengingat bagi seluruh anggota akan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan dalam setiap lingkup hubungan sosial, terutama di lingkungan sahabat karib.
Saat diwawancarai, Yance menjelaskan Sahabat 06 Meepago merupakan wadah berkumpulnya alumni dari empat kabupaten di wilayah adat Meepago, yakni Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Nabire. Persatuan lintas kabupaten inilah yang menjadi kekuatan unik dari komunitas angkatan tersebut.
Yance Kotouki menekankan, dalam komunitas ini, status sosial dan jabatan bukanlah penghalang untuk bersatu. Ia berpesan agar setiap anggota tidak menjadikan usia maupun posisi pekerjaan sebagai tolak ukur dalam menjalin hubungan persahabatan di dalam wadah angkatan 06.
"Kami angkatan 06 rata-rata sudah berusia dewasa dan banyak kawan-kawan yang memegang jabatan penting dalam birokrasi pemerintahan. Namun, dalam kebersamaan ini, kami bekerja dan berkumpul tanpa melihat jabatan tersebut. Itulah ciri khas jati diri Sahabat 06 Meepago," ungkapnya penuh kesan.
Menutup rangkaian acara, Yance membeberkan rencana besar komunitas ke depan, yakni membentuk grup vokal akustik dan grup band. Langkah ini diambil agar karya-karya musik mereka nantinya bisa menjadi album fisik maupun digital yang berfungsi sebagai cendramata berharga bagi generasi-generasi mendatang.(amd/you)
Bagikan artikel ini



