Sadrak Nawipa Tak Intervensi Timsel KPU Paniai
PANIAI – Anggota KPU Provinsi Papua, Sadrak Nawipa, S.Sos menyatakan tak pernah mengintervensi Tim Seleksi KPU Kabupaten Paniai yang pada pekan lalu menyelenggarakan tahapan tes tertulis, tes kesehatan dan psikotes.“Saya tidak pernah intervensi, apalagi dituduh saya yang sk
Bagikan
PANIAI – Anggota KPU Provinsi Papua, Sadrak Nawipa, S.Sos menyatakan tak pernah mengintervensi Tim Seleksi KPU Kabupaten Paniai yang pada pekan lalu menyelenggarakan tahapan tes tertulis, tes kesehatan dan psikotes.“Saya tidak pernah intervensi, apalagi dituduh saya yang skenariokan rekrutmen KPU Paniai. Itu sama sekali tidak benar, hanya orang tertentu sedang cari alasan dengan mempersalahkan saya,” tuturnya saat dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler, Kamis (5/9) kemarin.
Pernyataan bantahan itu disampaikan menanggapi beredarnya tudingan sejumlah orang terhadap proses pembentukan Timsel dan hasil seleksi yang belum diumumkan.“Tidak pernah intervensi, sama sekali tidak ada. Dalam arahan saya memang harapkan supaya Timsel ini harus bekerja dengan profesional untuk hasilkan anggota KPU Paniai yang berkualitas. Sekali lagi, saya tidak pernah skenariokan dan lain-lain. Saya bantah SMS yang sedang beredar itu. Itu tidak benar. Mereka fitnah saya. Saat ini saya jalankan amanah undan-undang negara ini, saya bertugas untuk Provinsi Papua, bukan hanya Kabupaten Paniai saja,” ungkap Sadrak Nawipa.Dia menjelaskan terjadinya perubahan pasca munculnya dua SK Timsel KPU Paniai. Timsel yang diketuai Pdt. Yulianus Yogi, S.Th, MA menurut Sadrak, tersandung kasus keterlibatan parpol dan calon legislatif di DPR RI. SK kedua, dua orang tercatat sebagai pengurus parpol, dan satunya mengundurkan diri sejak awal diusulkan. Sehingga, dilakukan pergantian dengan wajah baru. “Tiga orang yang sekarang anggota Timsel itu syaratnya sudah masuk sejak awal, di sekretariat KPU Provinsi Papua. Bukan baru kita proses sekarang,” katanya.Sadrak juga mengungkapkan alasan mengapa ke Paniai. “Saya ke Paniai dengan saya punya staf dua orang itu. Kalau teman-teman lain biasa hadiri langsung, jadi saya temani dua orang staf. Dampingi saja, dan memang menyampaikan hal-hal penting, jadi itu bukan intervensi ke Timsel,” tuturnya.Sementara itu, pesan singkat yang beredar luas, anggota KPU Papua ini diduga ada di belakang Timsel. Bahkan, katanya, baru-baru ini dia ikut “pesta babi” di kampungnya salah satu calon anggota KPU Paniai.Bunyi SMS selengkapnya, “Seorang anggota KPU provinsi Papua (an. Sadrak Nawipa) ikut turun campur tangan Timsel KPU Paniai, dia melanggar kode etik sebagai anggota KPU adlh sbb: 1) Penetapan Timsel adalah hubungan keluarga. 2) Penetapan hasil tes 20 besar yakni tahapan tes tertulis, kesehatan dan psikotes petunjuk Sadrak Nawipa bukan hasilkan pleno Timsel. 3) Sadrak Nawipa mengadakan syukuran di kampungnya Tegougi Pugaida, potong babi 1 ekor untuk membayar 1 kursi anggota KPU Paniai oleh calon anggota an. Pelipus Tenouye, tgl 1 September 2013 mlm minggu, bersama ketua timsel kab Paniai. 4) Sisa tahapan yang dilakukan oleh timsel hanya formalitas, tdk sesuai mekanisme RI dan timsel 4 orang dari bagian timur, satu keluarga”.“Ini tidak benar. Omong kosong. Itu isu bohong. Malam minggu itu saya sudah ada di Jakarta. Waktu di kampung, memang orang tua masak dua ekor babi. Jadi, sebatas itu dan lebih dari itu tidak ada, tidak ada skenario, saya tidak intervensi Timsel,” ujar Sadrak Nawipa.Mengenai proses seleksi dan bagaimana mekanisme serta hasil akhir, kata dia, semua sudah diatur dalam peraturan yang berlaku sah dari Sabang sampai Merauke. Lanjutnya, dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2013 sudah jelas diatur di situ.“Perlu ada keterwakilan agama, distrik atau kawasan dan perempuan, ya memang itu harus diakomodir. Jika tidak, saya akan tolak daftar 10 besar dan itu resikonya Timsel untuk penuhi, bisa angkat dari 20 besar,” katanya.Sebagai putra Paniai, Sadrak Nawipa menyatakan tak mungkin melakukan hal-hal di luar aturan karena tentu saja berdampak buruk dalam proses demokrasi dan pembangunan daerah di masa mendatang. “Saya harap, mari kita sama-sama mendukung proses yang sudah berlangsung untuk membentuk lembaga KPU Paniai yang bersih, berkualitas, profesional, independen dan asas lainnya agar masa depan daerah ini makin baik. Janganlah kita saling memfitnah dengan isu tidak benar, tetapi dewasalah dalam berpikir, berkata dan bertindak,” tuturnya berharap. (you)
Bagikan artikel ini



