Rumah Singgah, Pelatihan Anak Jalanan Diresmikan
NABIRE - Bertempat di Kampung Bumi Raya SP I Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Paroki Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P meresmikan r
Bagikan
NABIRE - Bertempat di Kampung Bumi Raya SP I Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Paroki Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P meresmikan rumah singgah pelatihan bagi anak-anak jalanan maupun anak putus sekolah yang ada di Kabupaten Nabire maupun diluar Nabire, umumnya di wilayah adat Meepago dan Saireri. Di tempat tersebut, umum dan bebas siapa saja bisa menerima pelatihan, berupa Balai Latihan Kerja (BLK).Pantauan di lapangan, Sabtu (22/2) pukul 16.30 WIT, terlihat undang dari seluruh Badan Pengurus Gereja, para orang tua maupun pejabat dibawah Paroki Santo Yosep Nabire Barat, yakni 19 gereja mulai dari Paroki hingga jemaat yang ada di kelapa sawit kilometer 10, ikut hadir dalam kegiatan peresmian tersebut. Kegiatan peresmiaan rumah singgah diawali dengan perayaan misa bersama dipimpin Pastor Paroki. Seusai perayaan misa, Pastor Gerry mengatakan, kita bangun rumah dengan iman dan semangat bersama dengan umat yang peduli dengan anak-anak jalanan, sepertinya anak aibon, pengaruh Miras, Narkoba, pencuri, mabuk dan lain sebagainya sehingga bagi bapak/ibu yang ingin mengulurkan tangan untuk menyumbangkan uang atau berupa bahan bangunan demi buat keselamatan anak-anak jalanan ini.“Selaku Pastor Paroki saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Tempat Balai latihan kerja mereka adalah usaha hidup mandiri mereka selanjutnya hidup mereka tidak tergantung pada orang tua dan tidak membuat lagi hal-hal bersifat negatif yang dilakukan sebelumnya,” katanya. Kebutuhan ekonomi hidup mereka usaha sendiri, baik kebutuhan makanan, minuman dan kebutuhan atau keperluan sekolah bagi yang sekolah. Disini kami selaku pastor telah menyiapkan, pertama tanah, kedua rumah, alat kerja mereka sepertinya, alat cetak batu batako, alat las besi baik itu las besi pagar maupun teralis jendela rumah. Siapa saja butuh bisa datang hubungi kami di rumah singgah, disini kamis siap 24.“Kita berpikir orang aibon ini mereka tidak berbuat sesuatu, tapi mereka juga bisa berbuat sesuatu dari gereja sekarang buktinya kita lihat dan saksikan bersama, mereka ini setiap hari ditemani dengan doa sehingga kita punya acara dapat terlaksanakan dengan baik. Jadi semua orang baik atau buruk adalah berkat dari Tuhan,” ujarnya.Di kesempatan itu, Kadistrik Yaro Nico Kegiye mengatakan, selaku pribadi pihaknya melihat anak-anak bekas pengguna atau korban aibon, masuk itu pasti menghindar duluan. “Saya lihat mereka itu takut, tapi saya apresiasi kepada Pastor Paroki ST. Yosep yang mana mendekati mereka dengan baik, lalu dibimbing, dilindungi, dijaga, dilatih sehingga kini mereka sudah bertobat, melalui Pastor terima kasih banyak dari kami pihak orang tua,” katanya. Selanjutnya, Kadistrik Yaro juga memberikan motivasi dan dorongan bagi anak-anak jalanan sekaligus memberi bantuan alat moleng cetak batu batako bagi anak-anak jalanan. “Kalian sudah siap kerja teralis jendela rumah saya, terlihat wajah yang cerah dan semangat. Katakan kami siap kerja yang penting diberi kepercayaan,” ungkap mereka.(modes)
Bagikan artikel ini



