Ribuan Warga Jemaat GKI Rayon IV Antusias Ikuti Ibadah Padang Peringatan Hari Pentakosta Kedua
NABIRE - Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua Rayon IV yang terdiri dari GKI Imanuel Kotalama, GKI Elim Waroki, GKI Silo Kalibobo, GKI Ora Et Labora dan GKI Is Kijne Wadio merayakan Hari Pentakosta Kedua, Senin (06/06/22) di Gereja Imanuel Kotalama pukul 09.00 WIT. Ribuan warga jemaat dari Rayon IV GKI Di Tanah Papua Klasis Nabire tampak memadati halaman gereja Imanuel Kotalama. Perayaan Hari Pentakosta Kedua tahun 2022 kali ini adalah Ibadah Padang (ruang terbuka red) yang pertama setelah pandemi Covid-19, dimana warga jemaat tidak bisa melangsungkan ibadah Padang karena penerapan Protokol Kesehatan dan Instruksi Pemerintah selama Pandemi Covid -19.

NABIRE - Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua Rayon IV yang terdiri dari GKI Imanuel Kotalama, GKI Elim Waroki, GKI Silo Kalibobo, GKI Ora Et Labora dan GKI Is Kijne Wadio merayakan Hari Pentakosta Kedua, Senin (06/06/22) di Gereja Imanuel Kotalama pukul 09.00 WIT. Ribuan warga jemaat dari Rayon IV GKI Di Tanah Papua Klasis Nabire tampak memadati halaman gereja Imanuel Kotalama. Perayaan Hari Pentakosta Kedua tahun 2022 kali ini adalah Ibadah Padang (ruang terbuka red) yang pertama setelah pandemi Covid-19, dimana warga jemaat tidak bisa melangsungkan ibadah Padang karena penerapan Protokol Kesehatan dan Instruksi Pemerintah selama Pandemi Covid -19.
Ibadah peringatan Hari Pentakosta Kedua di Rayon IV GKI Klasis Nabire yang berpusat di halaman GKI Imanuel Kotalama Nabire dipimpin Pendeta Fedrika Hay, S.Th dan khotbah dipimpin Pendeta Kartini Sitinjak Waibusi, S.Th. Selama ibadah berlangsung, sejumlah paduan suara, vokal group dan solo dari masing-masing jemaat juga ikut mengisi hari peringatan Pentakosta Kedua, GKI Klasis Nabire Rayon IV.
Dalam khotbahnya, di bawah sorotan Tema “Roh Kudus Berkuasa Melakukan Perubahan Dalam Hidup Manusia” dan Sub Tema “Roh Kudus Menguasai Gereja Memberitakan Injil Kerajaan Allah Dalam Rangka Pembaharuan dan Perubahan Hidup Manusia Demi Keadilan, Perdamaian dan Cinta Kasih dalam Kehidupan Bersama”. Pendeta Kartini Sitinjak Waibusi, S.Th mengatakan, kesetiaan gereja yang di maksud adalah kesetiaan untuk percaya dan melakukan firman Tuhan, menyaksikan perbuatan baik, keadilan, perdamaian dan cinta kasih.
Lanjutnya, Yesus Kristus telah mengorbankan diriNya untuk disalibkan demi keselamatan umat manusia, dan Dia telah bangkit, naik ke Sorga dan Dia telah menggenapi janjinya memberikan Roh Kudus kepada para Muridnya, termasuk bagi umat manusia dan orang-orang percaya kepada Yesus Kristus.
“Hendaknya setiap orang Kristen atau yang mengaku pengikut Kristus, hendaknya mengasihi Tuhan dengan segala pikirannya, perasaannya dan tujuan hidupnya. Hukum Kasih yang di ajarkan Tuhan Yesus Kristus kepada umatNya, yaitu kasih terhadap Tuhan dan Kasih terhadap sesama. Kalau kita dapat mengasihi Tuhan, maka kita akan dapat mengasihi sesama kita, orang Kristen atau Jemaat Tuhan harus menjadi pelaku kasih Tuhan,” ungkapnya.
Menurutnya, dunia saat ini telah menebarkan banyak kebencian, kejahatan, dan juga keputusasaan, maka orang-orang Kristen, orang-orang beriman harus membawa harapan. Karena itulah, Orang-orang Kristen telah memiliki pengharapan di dalam Tuhan untuk melakukan Firman-Nya bagi sesama. (cad)
Bagikan artikel ini



