Resmi Dikukuhkan, Kapolres Puncak Andalkan Pendekatan Pelayanan dan Keamanan

NABIRE - Kapolres Puncak AKBP Domingos de Fatima Ximenes, S.H., S.I.K. menegaskan akan mengedepankan pendekatan humanis melalui para kepala suku dan tokoh masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Hal itu disampaikan Domingos de Fatima Ximenes, usai dikukuhkan sebagai Kapolres Puncak dalam upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Mapolda Papua Tengah, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, pendekatan kepada tokoh adat menjadi strategi yang efektif mengingat luasnya wilayah Kabupaten Puncak. Di sisi lain, jumlah personel kepolisian yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Wilayah kami sangat luas sehingga anggota tidak bisa menjangkau semuanya. Kami juga memiliki keterbatasan infrastruktur yang mendukung pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Kapolres.
AKBP Domingos mengatakan Polres Puncak yang baru berdiri sekitar tujuh tahun masih menghadapi berbagai keterbatasan. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya hadir setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Kapolres menegaskan setiap potensi konflik akan disikapi dengan mengedepankan dialog, polisi akan turun langsung melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat maupun pihak yang dinilai berpotensi memicu situasi agar persoalan tidak meluas.
“Saat ada kejadian kami turun melakukan pendekatan, termasuk kepada tokoh-tokoh adat di wilayah tersebut, supaya persoalan tidak berkembang ke mana-mana,” katanya.
Kapolres mencontohkan upaya mediasi yang pernah dilakukan saat muncul keinginan memindahkan suatu persoalan dari Timika ke wilayah Puncak. Berkat komunikasi yang dibangun bersama dari berbagai pihak, akhirnya rencana tersebut tidak terjadi.
Terkait kondisi keamanan, Kapolres menyebut situasi Kabupaten Puncak saat ini relatif aman dan kondusif. Keberadaan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dinilai turut memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.
Ia mengakui sempat terjadi gangguan keamanan sekitar dua bulan lalu yang berkaitan dengan penindakan oleh Satgas Habema. Namun, hingga saat ini kondisi Kamtibmas telah kembali terkendali.
Dari sisi kekuatan personel, Kapolres mengungkapkan Polres Puncak masih mengalami kekurangan anggota. Kebutuhan ideal mencapai 756 personel, sedangkan yang ada saat ini baru sekitar 213 personel, termasuk anggota yang bertugas di Polsek-Polsek.
“Personel yang ada saat ini masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan ideal,” ungkap Kapolres.
Polres Puncak saat ini membawahi tiga Polsek, yakni Polsek Ilaga, Polsek Beoga dan Polsek Sinak. Ketiga wilayah tersebut memiliki tantangan geografis yang cukup berat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Selain fokus pada keamanan, Kapolres juga menegaskan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres juga menjelaskan pemerintah daerah saat ini masih berupaya memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna merealisasikan berbagai program pembangunan. Karena seluruh unsur di daerah diharapkan dapat bekerja sama demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Puncak. (luk)
Bagikan artikel ini



