NABIRE - Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Fraksi Papua Tengah Terang, yang juga merupakan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Katherin Maruanaya melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang ke-II tahun 2026 di Jalan Purnawarman Kelurahan Karang Mulia Kota Baru Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (23/06/26). 

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, sekaligus dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi secara langsung. 

Dalam pertemuan tersebut, warga masyarakat menyampaikan berbagai masukan dan harapan terkait pembangunan daerah, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Katherin Maruanaya mengatakan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRP Papua Tengah untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan kebijakan dan program pembangunan di tingkat Provinsi Papua Tengah.

Sejumlah aspirasi yang diajukan oleh warga Jalan Purnawarman Kota Baru Nabire, soal infrastruktur jalan yang hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah, sehingga warga mengharapkan ada perhatian pemerintah untuk pengaspalan, sepanjang jalan Purnawarman Kota Baru Kelurahan Karang Mulia. Kemudian, warga membutuhkan bantuan kontainer box untuk pelaku usaha UMKM bagi Mama-mama Papua yang berjualan. 

Selain itu, ada hal yang menarik dalam pertemuan reses kali ini, di mana, warga masyarakat menginginkan ada Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengatur tentang penjualan Pinang, Sagu, Noken atau hal lainnya yang menjadi kekayaan budaya Papua, harus dikelola atau dijual oleh Orang Asli Papua (OAP) bukan non-OAP. Sehingga, ada rasa keadilan bagi OAP dalam mendapatkan haknya sebagai tuan di tanahnya sendiri. 

“Kami dari warga mengusulkan untuk lampu penerangan jalan menuju Bandara Douw Aturure, terutama di daerah SP menuju Bandara itu diperhatikan, kalau subuh kita mau ke Bandara itu gelap. Kemudian, Pasar SP 1 itu, tolong kalau boleh ditertibkan lalu lintasnya, di situ sering macet karena, semua penjual itu jual di luar sampai ke tepi jalan, belum lagi mobil dan motor yang parkir, itu sampai makan bahu jalan,” ungkap salah seorang warga. 

Anggota DPRP Papua Tengah Katherin Maruanaya, mengatakan semua aspirasi maupun usulan dari masyarakat akan ditindaklanjuti. Dirinya juga, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses tersebut. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (cad)