Relawan Jokowi-JK Datangi Kantor KPU Nabire
NABIRE – Tim relawan Jokowi-JK dibawah pimpinan Nancy Worobay, Sabtu (5/7) mendatangi Kantor KPU Nabire. Niat untuk bisa beraudiensi terkait sejumlah hal menjelang Pilpres 2014 dengan anggota KPU Nabire sudah diinginkan sejak lama. Hanya saja baru bisa bertemu dengan salah
Bagikan
NABIRE – Tim relawan Jokowi-JK dibawah pimpinan Nancy Worobay, Sabtu (5/7) mendatangi Kantor KPU Nabire. Niat untuk bisa beraudiensi terkait sejumlah hal menjelang Pilpres 2014 dengan anggota KPU Nabire sudah diinginkan sejak lama. Hanya saja baru bisa bertemu dengan salah satu anggota KPU Nabire, Yusuf Kobepa, Sabtu lalu.
Maksud kedatangan tim relawan Jokowi-JK ini, kata Nancy, untuk mengetahui sejumlah hal terkait dengan pelaksanaan Pilpres. “Kami belum tahu apakah TPS, DPT bertambah atau berkurang, peta lokasi, dan apakah ada jaminan untuk kami ketika Pilpres nanti tidak kacau seperti yang terjadi saat Pileg lalu dimana TPS berjauhan dengan tempat tinggal warga,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan Nancy, tim relawan Jokowi-JK meminta jaminan dari KPU soal undangan bisa sampai ke pemilih. Dengan jumlah suara yang sangat banyak, kalau waktu mepet bisa saja undangan tidak terbagi semua. Dirinya meminta untuk agar undangan dibagikan 3 hari sebelum pencoblosan. Karena jika sehari sebelum pencoblosan baru dibagikan, dirinya mengkhawatirkan tidak semua pemilih bisa mendapatkan undangan.
“Kami juga minta jaminan dari KPU kalau ada pemilih yang tidak dapat undangan bisa menggunakan KTP. Dan pengguna KTP diberikan waktu yang sama dengan pemilih yang mendapatkan undangan yakni mulai pagi hari bukan siang baru diberi kesempatan,” harapnya.
Anggoa KPU Nabire, Yusuf Kobepa dalam keterangannya mengatakan, pihaknya memberikan jaminan bahwa dalam waktu dekat akan melaksanakan Bintek agar penyelenggara tingkat bawah melakukan tugasnya sesuai aturan yang berlaku. Pihaknya juga akan menegaskan kepada penyelenggara tingkat bawah agar memberikan pelayanan kepada pemilih untuk menyalurkan hak suaranya.
“Kita juga akan menyurat kepada penyelenggara tingkat bawah untuk memberikan kemudahan pemilih untuk coblos. Harapan KPU tidak ada golput yang lebih banyak di Pilpres, sehingga pemilih kami harapkan datang coblos, penyelenggara tidak membatasi pemilih untuk coblos,” tuturnya.
Dituturkannya, jumlah pemilih di TPS akan bertambah karena ada penambahan DPT. KPU tidak merubah nama-nama pemilih di dalah satu TPS, tetapi tetap acuannya pada Pileg kemarin. (ros)
Bagikan artikel ini



