Razia Disiplin Internal, Propam Hukum Push-up Puluhan Anggota Polri
NABIRE – Mengedepankan tindakan langsung, cepat dan tegas, diharapkan seluruh anggota Kepolisian Resor (Polres) Nabire menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam hal disiplin, etika dan kepatuhan hukum.

NABIRE – Mengedepankan tindakan langsung, cepat dan tegas, diharapkan seluruh anggota Kepolisian Resor (Polres) Nabire menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam hal disiplin, etika dan kepatuhan hukum.
Guna mewujudkan itu dan sebagai bagian dari komitmen menuju institusi Polri yang profesional dan berintegritas, Polres Nabire menggelar razia kedisiplinan internal Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiplin) terhadap seluruh personel, Rabu pagi (21/5/2025) dan menghukum push up puluhan anggota Polri yang melanggar disiplin.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kasi Propam Polres Nabire, AKP M. Mudasir, dan dilaksanakan di Mapolres Nabire, dengan sasaran utama kelengkapan administrasi dan kendaraan dinas maupun pribadi milik anggota Polri, Polres Nabire.
Dan Upaya ini menjadi bagian penting dari upaya transformasi Polri menuju institusi yang Presisi, sejalan dengan arahan pimpinan Polri untuk menjaga citra dan profesionalisme di mata publik.
Razia Gaktiplin ini bukan hanya tentang menindak pelanggaran, tetapi juga mengembalikan marwah institusi Polri sebagai penegak hukum yang patuh terhadap aturan dari dalam.
Dalam razia yang dimulai sejak pukul 07.00 WIT tersebut, personel Sie Propam melakukan pemeriksaan mendetail terhadap, Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri, kelengkapan kendaraan bermotor roda dua (R2) dan roda empat (R4), seperti kaca spion, TNKB (plat nomor), dan kondisi fisik kendaraan lainnya.
Alhasil, sesuai data yang diterima media ini sebanyak 61 anggota Polres Nabire kedapatan melanggar aturan, dengan jenis pelanggaran paling banyak adalah tidak membawa KTA dan kendaraan tanpa kaca spion.
Tak ingin sekadar formalitas, Propam Polres Nabire langsung mengambil langkah pembinaan di lokasi. Anggota yang melanggar diberi sanksi fisik berupa 20 kali push-up, serta teguran keras sebagai peringatan agar tidak mengulangi pelanggaran.
“Penegakan disiplin dimulai dari tubuh Polri sendiri. Setiap anggota harus jadi teladan, bukan justru melanggar aturan dan razia sendiri akan digelar rutin agar disiplin menjadi budaya, bukan sekadar tugas,” tandas AKP Mudasir mewakili Kapolres Nabire.(wan)
Bagikan artikel ini



