NABIRE – Dalam waktu dekat, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha (Idul Kurban, red), termasuk juga umat yang ada di Kabupaten Nabire.

Selain prosesi ibadah Sholat Idul Adha, hari besar ini juga dibarengi dengan prosesi penyembelihan hewan kurban di sejumlah masjid yang ada di daerah ini.

Untuk itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Nabire, H. Aziz Baharuddin, S.Kom, jauh-jauh hari mengingatkan penerapan protocol kesehatan penanganan Covid-19 saat perayaan.

Kata dia, di masa pandemic Covid-19 saat ini, tentu penerapan protocol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, wajib untuk diikuti.

“Tak hanya saat ibadah sholai idul adha, tapi juga pada saat pemotongan hewan kurban.

Diharapkan penyelenggara baik itu dari PKM maupun yang menerima hewan kurban ini harus menggunakan protocol kesehatan.

Paling tidak dengan menggunakan masker, jaga jarak, kebersihan,” ujarnya kepada media ini, Minggu kemarin.

Tegasnya, protocol kesehatan ini wajib diikuti karena saat ini masih dalam suasana pandemic Covid-19.

Pelaksanaan rangkaian ibadah, kata dia, tidak sebebas seperti dulu lagi.

Saat pelaksanaan sholat idul adha, diharapkan kepada semua PKM agar mengatur jarak shaf sholat, khotbahnya juga tidak terlalu panjang.

“Itu memang sudah aturan yang ditetapkan selama ini, protocol kesehatan itu yang diterapkan di masjid masing-masing.

Dan pengurus masjid harus tegas, kalau memang datang tidak ada masker, lebih baik pulang,” ujarnya.

DMI Musda 9 Agustus 2020 Dirinya juga menginformasikan jika Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Nabire akan menggelar Musda pada tanggal 9 Agustus 2020 mendatang.

Musda rencananya akan digelar sehari di Islamic Center Nabire.  Terkait dengan hal itu, berbagai persiapan tengah dilakukan.

Dalam waktu dekat juga akan digelar pertemuan dari para pengurus untuk mematangkan persiapan Musda tersebut.

Ditanya soal akhir kepengurusan DMI Kabupaten Nabire, jawabnya, sebenarnya berakhir pada bulan Mei 2020.

Namun dalam AD/ART DMI diperbolehkan berjalan hingga satu tahun dari akhir masa kepengurusan sebelumnya.

“Sebenarnya kita belum menggelar Musda ketika masa kepengurusan sudah berakhir, karena pandemic Covid-19.

Kita belum bisa mengumpulkan banyak orang, sehingga kita tunda pelaksanaannya pada Agustus mendatang,” tambahnya. (ros)