NABIRE - Dalam hal pendistribusian logistik, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos meminta kepada pihak distributor logistik untuk tetap berkoordinasi dengan pihak Panwas, PPD dan pihak keamanan. Karena logistik yang dibawa merupakan logistik Pemilu, yang isinya adalah surat suara, sehingga sangat rawan. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada pihak keamanan untuk tetap melakukan pengamanan yang ketat. Kalau bisa untuk wilayah Dipa dan Menou jangan terlalu cepat didistribusikan. Karena ditakutkan belum ada pengamanan yang ketat dilakukan. Tetapi jika pihak keamanan sudah berada di Distrik Dipa dan Menou, boleh-boleh saja logistik Pemilu didistribusikan. Kata bupati, logistik Pemilu juga jangan terlalu lama di tempat, karena dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan dan rawan manipulasi. Disamping medan yang sulit, situasi politik juga sangat mempengaruhi. Intinya, harus saling koordinasi dan saling mengamankan satu sama lain. Jika ada yang ingin mempolitisir suasana Pemilu di wilayah Kabupaen Nabire, dirinya meminta kepada masyarakat untuk segera melapor kepada pihak aparat keamanan untuk ditindak lanjuti, sesuai aturan yang berlaku. “Kegiatan ini (Pemilu, red) harus berjalan aman dan sukses, dan semua masyarakat yang mempunyai hak suara harus memilih, tidak ada yang golput semua harus memilih. Karena suara kita adalah suara Tuhan untuk menentukan lima tahun kedepan,” tuturnya. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Nabire, Petrus Rumere, S.Sos mengatakan, logistik yang belum bisa didistribusikan pada Jumat (4/4), tetap akan berada di Kantor KPU Kabupaten Nabire. Dan logistik akan dikeluarkan atau dibawa ke wilayah masing-masing sampai pada saat ingin didistribusikan ke PPD, baru bisa dikeluarkan dari Kantor KPU Kabupaten Nabire. Karena, hal ini menyangkut keamanan dan pengamanan logistik Pemilu. (cad)