Ratusan Koperasi di Nabire, Hanya 16 Koperasi Mampu RAK
NABIRE – Jumlah koperasi yang tercatat di Dinas Koparasi dan Usaha Kecil Menengah UKM) Kabupaten Nabire, sebanyak 326 koperasi.
NABIRE – Jumlah koperasi yang tercatat di Dinas Koparasi dan Usaha Kecil Menengah UKM) Kabupaten Nabire, sebanyak 326 koperasi. Namun dari jumlah tersebut, hingga saat ini hanya 30 koperasi yang masih aktif. Dari 30 koperasi yang masih aktif itupun, hanya 16 koperasi yang mampu membuat Rapat Anggota Koperasi (RAK) tahunan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Nabire, Victor Tebay di ruang kerjanya, Rabu (9/6) mengatakan, begitu banyak koperasi seperti Koperasi Masyarakat (Kopermas) kerjasama dengan pengusaha pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH), koperasi yang kerjasama dengan perusahaan dan koperasi di kampung, koperasi pegawai, Koperasi TNI dan Koperasi Polri serta koperasi unit desa (KUD).
Namun, kata Victor, dari semua koperasi yang bermunculan beberapa tahun lalu, kini yang aktif cuma 30 koperasi. Itupun, hanya 16 koperasi yang bisa melaksanakan rapat anggota koperasi (RAK) yang bisa membagi defiden kepada anggota koperasi.
Kadin Koperasi UKM menilai macetnya koperasi di daerah ini karena beberapa faktor yakni manajemen perkoperasian, keterbatasan wawasan pengurus dan masyarakat serta kemampuan manajerial dari pengurus, disamping macet karena hutang.
Tebay mengatakan, hampir setiap kampung punya koperasi tetapi kini hanya tinggal nama. Hanya 30 koperasi yang masih aktif. Dari 30 koperasi aktif sebagai besar koperasi di dalam kota se wilayah Distrik Nabire, sedangkan lain di Distrik Makimi, Teluk Kimi, Nabire Barat dan Wanggar. Sedangkan koperasi yang ada di distrik lain, macet.
Ketika menyinggung tentang pembinaan dan dukungan pemerintah daerah kepada koperasi, Kadinkop UKM ini mengatakan, pemerintah daerah tidak menganggarkan dana untuk dukungan pemerintah kepada koperasi. Kalaupun diusulkan melalui usulan kegiatan dari Dinas Koperasi UKM, di delete oleh penentu kebijakan dan keuangan di daerah ini.
Untuk membangkit semangt koperasi sebagai penopang ekonomi keluarga dan masyarakat agar koperasi berkembang dan mandiri, Tebay menilai selain pemerintah memberikan suport dana dan manajerial, perlu di dukungan pengusaha dan perusahaan kepada masyarakat di sekitar areal usaha. (ans)
Bagikan artikel ini



