NABIRE – Tim medis Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nabire, Sabtu (16/5/2020), melakukan pemeriksaan rapid test yang terjadwalkan untuk 200 sampel tes yang akan diambil. Namun warga yang datang hanya 188 orang dan 5 diantaranya dinyatakan reaktif.

Juru bicara tim gugus tugas, Dokter Frans Sayori mengatakan, ini adalah screening awal untuk mengetahui seseorang terpapar vidur-19 atau tidak.

“Dan dari hasil yang diperoleh, nantinya akan dijadwalkan untuk pemeriksaan swab test pada Senin sore,” ujar dokter Sayori di saat pemeriksaan berlangsung, Sabtu (16/5/2020).

Ia menjelaskan, pemeriksaan itu berdasarkan penyelidikan epidemologi tentang warga yang kontak erat dengan pasien positif covid. Misalnya serumah atau sekos-kosan dan wilayah dimana secara epidemologi melakukan kontak langsung. Termasuk juga ada pemeriksaan dari beberapa perbankan yang ada di wilayah ini, sebab sabab hari kontak langsung dengan para nasabah.

“Jadi hari ini selain dari masyarakat, juga ada beberapa karyawan bank yang ikut diperiksa. Ini harus dilakukan deteksi dini penyebaran covid,” jelas Dokter asli Nabire ini.

Menurutnya, rapid test merupakan screening awal (pemeriksaan darah), sementara swab test adalah pemeriksaan lendir dari hidung dan mulut. Sehingga rapid test akan dinyatakan dengan non reaktif atau reaktif, sementara swab test hasilnya adalah positif atau negative.

“Artinya dalam rapid test hasilnya reaktif maka akan dilakukan pemeriksaan lanjut ke swab test. Maka swab teslah sebagai diagnosa pasti apakah seseorang terapar atau tidak,” papasnya.

Pihaknya pada Senin direncanakan akan melakukan swab tes lagi bagi 5 orang yabg diperoleh hari ini. Ditambah dengan swab tes dari 12 pasien yang dinyatakan negative pada pemeriksaan pertama.

“Harus dua kali untuk memastikan dan kalau negative dua kali dalam pemeriksaan maka otomatis akan diberikan surat sembuh. Jadi Senin periksa, Selasa kirim ke Litbang Papua untuk diperiksa,” jelas Sayori.

Dokter asli Napan ini menghimbau kepada masyarakat atau kelompok yang ingin memeriksakan diri agar membuat surat dan mendata orang yang akan diperiksa lalu disampaikan kepada tim medis di posko.

“Kami juga akan melakukan sosialisasi untuk pemeriksaan, dan kalau tidak ada hambatan maka akan ada pemeriksaan masal di Nabire guna memutuskan mata rantai pandemi,” imbuhnya.

Kepala Kantor Cabang Bank Papua Nabire, Andarias Baunik menambahkan, pihaknya ingin agar seluruh karyawannya terbebas dari pandemi maka perlu dilakukan pemeriksaan. Pasalnya, seluruh karyawan berhubungan langsung dengan nasabah. Maka walaupun secara protab sudah dilakukan hal–hal yang meminimalisir resiko seperti menyiapkan cuci tangan, memasang kaca dan plastikk serta menjaga jarak dan memakai masker.

“Tetapi kita tidak tau nasabah yang dating ini mereka terkontaminasi atau tidak, lalu ruangan kita juga berAC. Jadi kami berpikir alangkah bagusnya karyawan harus dilakukan pemeriksaan dibini,” tambah Baunik. (pas)