Rakor Dinkes Nabire Hasilkan Delapan Poin Penting
NABIRE - Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) menghasilkan delapan poin penting, dimana hasil RTL merupakan acuan pelaksanaan kegiatan, upaya pencegahan pengendalian penyakit menular, tidak menular, kesehatan jiwa, surveilans dan imunisasi.

NABIRE - Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) menghasilkan delapan poin penting, dimana hasil RTL merupakan acuan pelaksanaan kegiatan, upaya pencegahan pengendalian penyakit menular, tidak menular, kesehatan jiwa, surveilans dan imunisasi.
Kegiatan Rakor Dinkes Nabire, bertempat di salah satu aula hotel di Nabire itu, pelaksanaannya seharusnya pada 24 - 27 Juli 2024 lalu, namun diundur karena satu dan lain hal, dan Rakor berjalan dengan lancar.
Kepala Seksi P2M Bidang P2P Dinkes Nabire, Alfred D. Lambey, SKM.,M.Kes mengatakan, pertemuan ini menghasilkan suatu RTL ke depan yang akan diimplementasikan pada tahun 2025.
"Hasil RTL ini merupakan acuan pelaksanaan kegiatan, untuk pencegahan pengendalian penyakit menular, tidak menular, kesehatan jiwa, surveilans dan imunisasi," katanya.
Hasil RTL yang dihasilkan dan sudah disepakati, berjumlah delapan poin, diantaranya melaksanakan koordianasi dan kolaborasi antar bidang, untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit menular, tidak menular, kesehatan jiwa, dan surveilans serta imunisasi secara khusus dan program kesehatan lainnya.
Lanjutnya, dari hasil pertemuan ini kita melakukan support dan melihat atas pencapaian dari Puskesmas dan memberikan sertifikat kepada Puskesmas-puskesmas atas pelaksanaan program pengendalian penyakit, karena dirasa pencapaiannya sudah cukup bagus.
Kepala Bidang P2P Dinkes Nabire, Lukas Hawar, SKM menambahkan, komitmen telah dibahas tidak bisa dilaksanakan tanpa dukungan dari Puskesmas, kelurahan/kampung dan distrik. "Lingkungan, perilaku, keturunan dan pelayanan Kesehatan," katanya.
Mewakili Bappeda Nabire, Kondo Korani,S.Si.,M.Si, berkata, luar biasa dilihatnya, terimakasih kepada panitia dan bidang P2P yang luar biasa, dan mudah-mudahan bidang-bidang yang lain mengadopsi dan melakukannya seperti ini (P2P).
Di lain kesempatan, dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, diwakili Maikel Tebai mengatakan, ini forum bebas jadi untuk menyampaikan keluhan dan kendala, supaya apa yang kita pikirkan, seperti rasa beban agar tersalurkan dan ini sarana untuk kita bicara agar ke depan lebih baik. "Kami juga akan mendukung dan mendengarkan setiap keluhan-keluhan yang ada di Puskesmas," tandasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



