NABIRE - Kolaborasi dan sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama dalam upaya percepatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tahun 2025.

Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) internal yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada Kamis (23/10/2025) di Aula Bappeda, yang dihadiri oleh perwakilan dari enam OPD kunci pelayanan dasar.

"Terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu di Aula Bappeda dalam rangka rapat koordinasi internal ini," ujar Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Sc., M.Pd., saat membacakan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Kepala Bappeda menyambut satu per satu perwakilan OPD yang hadir, mulai dari Dinas Pendidikan (diwakili), Dinas Kesehatan, Dinas PUPR (Kabid), Dinas Sosial, Satpol PP dan BPBD (digabung), serta Perumahan.

Rakor yang digelar dengan formasi meja melengkung ini bertujuan agar seluruh peserta dapat fokus dan bersama-sama meninjau pedoman penginputan data-data SPM untuk tahun 2025.

Dr. H. Mukayat menekankan bahwa SPM bukanlah hal baru, mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018, dan Permendagri 100 Tahun 2018.

"Dengan berlakunya Undang-Undang 23 Tahun 2014, SPM yang sebelumnya 15 jenis, sekarang tinggal 6," jelasnya, merujuk pada sektor pendidikan, kesehatan, PUPR, Dinsos, Satpol PP/BPBD, dan perumahan.

Pentingnya SPM ditekankan karena ini adalah tolak ukur layanan minimal daerah. Jika daerah tidak sesuai dalam penganggaran dan pelaporan, sanksi dari pemerintah pusat dapat menanti.

"Pertemuan kita ini masing-masing OPD mengecek pedoman, ada data apa yang sudah diinput," lanjutnya, menyoroti pentingnya kolaborasi antara OPD teknis dan Bappeda/bagian Tapem dalam pengumpulan dan pelaporan data.

Dr. H. Mukayat juga secara khusus memotivasi OPD untuk segera bergerak, mengingat pencapaian SPM daerah dipantau ketat di tingkat nasional. Ia mencontohkan capaian stunting di tahun 2023 yang sempat belum terpenuhi dan memicu pergerakan masif.

Kepala Bappeda menutup sambutan dengan penuh semangat, mengajak seluruh peserta untuk berkolaborasi dan menjadikan pekerjaan ini sebagai 'amal' demi nama baik daerah. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penginputan dan diskusi yang dipimpin oleh pihak Tapem.(sam)