NABIRE - Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) I mewujudkan keadilan kesehatan sebagai kasih kepada Tuhan dan sesame. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah (DKP2KB PPT) akan fokus pada solusi dan bukan masalah. Forum ini bukan saling menyalahkan ataupun memperdebatkan kekurangan. Tetapi pergunakan potensi yang kolektif, untuk mencari solusi yang terbaik melalui pendekatan yang holistik, pentahelix, serta melibatkan pemerintah, melibatkan akademisi, pelaku bisnis, komununitas, dan juga media.

"Dalam semangat sinergitas, sinkronisasi, harmonisasi dengan komunikasi dan koordinasi serta yang paling penting, kolaborasi," ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus M.Kes, CH, Med, CHt. ketika membacakan sambutan dalam Rakerkesda I, Selasa (23/4/2025) lalu.

Dikatakan, program kesehatan ini kadang sering berjalan sendiri-sendiri antara pusat, provinsi dan kabupaten. Diharapkan diputuskan bersama agar bisa menyelaraskan program-program prioritas dan menghindari terjadinya tumpang tindih. Dengan adanya rapat ini menjawab tantangan yang kompleks yang berada di Papua Tengah dan kearifan lokalnya.

"Di Papua Tengah ada 8 kabupaten di wilayah pesisir dan pegunungan serta geografis yang sulit dan juga agar bisa terjangkau dengan pesawat udara dan helikopter. Adapun yang pesisir, laut ataupun sungai, ada Paniai dengan danaunya serta menjadi tantangan untuk kearifan lokal kita. Dibalik rintangan itu memiliki kekuatan lokal yang bisa menjadi pondasi, solusi, dengan berbasis kearifan lokal dengan melibatkan tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh wanita,” paparnya.

Lebih lanjut ditegaskan, rencana pembangunan dengan target yang bisa terukur dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan juga monitoring evaluasi. Bersama melibatkan masyarakat sipil, akademisi dan juga media agar program ini bisa berjalan serta transparan.

"Bekerja bersama untuk satu tujuan, bagaimana masyarakat Papua Tengah yang sehat, sejahtera dan juga bermartabat," tutupnya. (edi)