Purnama: Papua Akan Kekurangan Tenaga Kerja
Jayapura,- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Papua memprediksikan Papua akan kekurangan tenaga kerja, jika semua perusahaan investasi di Papua sudah produksi. Demikian dikatakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Papua, Purnama, MPIA, kep
Bagikan
Jayapura,- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Papua memprediksikan Papua akan kekurangan tenaga kerja, jika semua perusahaan investasi di Papua sudah produksi. Demikian dikatakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Papua, Purnama, MPIA, kepada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.
Ia mengatakan, investasi di Papua diperkirakan mulau produksi tahun 2016, dimana tahun tersebut disebutkan sebagai tahun investasi bagi Indonesia. Dan Papua sendiri akan menunjukan kepada daerah lain bahwa tahun investasi tersebut kita bukan baru mau mulai, tetapi sudah produksi. Katanya.Hanya saja, kata Purnama, dengan beroprasinya perusahaan-perusahaan tersebut, diyakini Papua akan kekurangan tenaga kerja, dan hal ini yang sedang dipikirkannya kedepan bagaimana mengatasi masalah tersebut.Ia mencontohkan, jika ada investasi di satu wilayah, dan investasi perusahaaan tersebut membutuhkan tenaga kerja yang banyak, belum tentu masyarakat di kampung/desa di daerah tersebut bisa menjawab persoalaan ini.Selain itu, kata lelaki asal Sragen Jawa Tengah ini, untuk mendukung program gubernur Papua kedepan, kita minta kepada semua investor untuk memperhatikan masyarakat setempat. Khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.Ia mencontohkan di Asiky Merauke, di daerah tersebut harga barang lebih murah dibandingkan di Kota Merauke, inilah yang kita harapkan kepada semua investor bisa melakukan hal ini.Dengan demikian, tugas investor mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dari tingkat bawa, sementara pemerintah dari atas turun ke bawa. “Misi gubernur kita harus dukung, kita manfdaatkan dan mendukung invetasi dari daerah yang paling bawa, kita manfatakan investor yang ada di daerah pedalaman untuk meningkatkan kesejahteran dan perekonomian masyarakat Papua,’’ tuturnya.Lanjut Purnama, investasi itu tidak seperti orang membuka usaha toko. Dimana, kalau toko bangun bangunan langsung belanja isi barang dan sudah transaksi jual beli. Invetasi tidak seperti itu, butuh waktu lama dan harus mempersiapkan semuanya termasuk infrastrukturnya. Terangnya.Masih kata Purnama, persoalan tenaga kerja itu nanti pada lingkungan investasi itu sendiri. Dimana, kita lihat perusahaan-perusahaan besar lainnya kalau sudah produksi, di sekelilinginya berjejeran warung makan, tokoh dan sebagainnya. Ini juga jelas akan membutuhkan tenaga kerja.Jadi, sebelum investasi itu prioduksi, kami dari BKPM Papua sudah pikirkan masalah ini. Dan tentu kita melihat masalah ini dengan baik, dan tidak merugikan berbagai pihak,’’ tutupnya.
Bagikan artikel ini



